Program Pengentasan Kemiskinan Harus Gunakan Data Tunggal

Salah seorang warga miskin di Sumenep sedang sendiri di rumahnya. (fathol alif)

SUMENEP, koranmadura.com – Dalam rangka mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Dinas Sosial (Dinsos) setempat menginginkan agar semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait ke depan menggunakan data tunggal.

Kepala Dinsos, R. Akh. Aminullah mengatakan, pihaknya sudah melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan di Sumenep. Data tersebut akan dijadikan sebagai data tunggal untuk program-program yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan.

“Ke depan setiap program yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan harus menggunakan data tunggal yang telah terverifikasi itu,” ujar mantan Kepala Bappeda Sumenep ini, Jumat, 12 Januari 2018.

Dengan begitu, sambungnya, seluruh program pengentasan kemiskinan di masing-masing OPD akan terintegrasi. “Sehingga nanti bantuan untuk orang miskin itu digerojok. Tidak hanya dibantu kupingnya atau dibantu tangannya. Tapi dibantu seluruhnya,” tambah dia.

Seperti diketahui, angka kemiskinan di Sumenep hingga sekarang masih di atas 200 ribu jiwa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Sumenep masih 211.920 jiwa. Menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 216.140 jiwa.

Jika dipersentase, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sumenep masih di angka 19,62 persen dari jumlah penduduk 1 juta jiwa lebih atau menurun 0,47 persen dari tahun 2016 yang mencapai 20,09 persen. (FATHOL ALIF/FAIROZI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here