Kiai Sampang Minta Wakil Rakyat Kawal Kasus Pembunuhan Kiai Idris-Budi hingga Tuntas

Puluhan kiai dari Forum Komunikasi Ulama Sampang (FKUS) di depan kantor DPRD setempat. (muhlis)

SAMPANG, koranmadura.com – Sejumlah kiai yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ulama Sampang (FKUS), Madura, Jawa Timur, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Selasa, 13 Februari 2018.

Mereka mendesak para wakil rakyat berperan aktif  mengawal pengungkapan kasus pembunuhan kiai Idris, Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates, dan penegakan hukum terkait meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto.

Pantauan koranmadura.com, sebelum beraudiensi dengan para wakil rakyat di ruang Komisi Besar, mereka menggelar orasi dan doa bersama di depan kantor DPRD setempat. “Kami melakukan aksi ini, sebagai bentuk rasa kekecewaan kami kepada wakil rakyat. Sebelumnya, para ulama ingin beraudiensi tidak digubris dan hanya disumpal dengan janji-janji belaka,” teriak koorlap aksi ustaz Mustofa Hasyim.

Selain itu, lanjut Mustofa Hasyim, para ulama bergerak agar aspirasi para ulama dan kiai didengarkan oleh para wakil rakyat yang berada di dalam gedung mewah itu. “Kepada siapa lagi kita akan menyuarakan aspirasi, kalau bukan kepada para wakil rakyat. Aksi ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada kiai Idris di Banyuates dan kepada guru Budi. Jadi, kami minta keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya dalam pembunuhan kiai Idris dan guru Budi,” ucapnya.

Aspirasi para ulama itu ditanggapi Ketua DPRD Sampang, Imam Ubaidillah. Imam mengatakan pihaknya merespons positif keinginan para ulama di Sampang. “Kami juga mendorong dan memberikan support kepada Aparat Penegak Hukum (APH) di Sampang untuk diusut tuntas sesuai peraturan dan perundang-undangan yang ada,” paparnya.

Mengenai kekecewaan para ulama karena kedatangannya sempat hanya ditemui Satpam, menurut Imam, hanya kesalahpahaman saja. “Ke depan, apabila hendak audiensi ke kantor DPRD, harus disingkronisasi waktu, karena dikhawatirkan terjadi tumpang tindih dengan kegiatan yang ada di DPRD. Kami harap nantinya harus disepakati waktunya agar keinginan untuk menemui DPRD bisa sesuai dengan bidang yang ada di Komisi,” ujarnya.

Hingga saat ini, penanganan kedua kasus pembunuhan tersebut, baru salah seorang pelaku pembunuhan Kiai Idris yang ditangkap oleh polres setempat, sedangkan eksekutornya terkesan terus diulur-ulur jadi DPO.

Sedangkan penanganan tersangka penganiayaan hingga berujung maut terhadap Ahmadu Budi Cahyanto, saat ini berkas dan tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. (MUHLIS/RAH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here