Menu

Soal Pengawasan Larangan Ambil Gambar saat Pencoblosan, KPU Sumenep: Ranah Bawaslu

Soal Pengawasan Larangan Ambil Gambar saat Pencoblosan, KPU Sumenep: Ranah Bawaslu
Ketua KPU Sumenep, A. Warits menyatakan bahwa pemilih dilarang mengambil gambar saat mencoblos di bilik suara. (fathol alif)

SUMENEP, koranmadura.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang pemilih mengambil gambar saat pencoblosan dalam bilik suara apalagi sampai mengunggahnya ke media sosial pada Pemilu mendatang.

Lalu, siapa pihak yang akan melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada pemilih yang mengambil gambar saat mencoblos di bilik suara? Bagaimana juga teknis pengawasannya nanti?

Ketua KPU Sumenep, A. Warits menjelaskan, adanya larangan seperti itu dalam rangka memastikan Pemilu berlangsung secara rahasia. Sehingga aturan seperti itu harus ditaati bersama.

Mengenai pengawasannya, untuk memastikan pemilih tidak mengambil gambar saat pencoblosan di TPS, mantan Ketua Lakpesdam NU Sumenep itu mengatakan, “pengawasannya bukan di ranah KPU. Tapi Bawaslu,” ungkapnya.

Namun demikian, Warits menyampaikan bahwa, pihaknya sudah melakukam sosialisasi kepada masyarakat, khususnya yang telah memiliki hak pilih, terkait adanya larangan mengambil gambar saat mencoblos di bilik suara.

“Jadi kalau ada beberapa yang beranggapan KPU tidak maksimal melakukan sosialisasi, saya pikir anggapan itu tidak benar. Karena kami sudah melibatkan 30 ribu KPPS untuk melakukan sosialisasi di wilayah TPS-masing-masing tentang beberapa hal berkaitan dengan Pemilu,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Pemilu 2019 akan berlangsung 17 April mendatang. Di hari itu, masyarakat Indonesia yang memiliki hak suara akan memilih calon DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, DPD dan Capres-Cawapres. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)

  • 12
    Shares

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

ADVERTISEMENT

PAMANGGI

ADVERTISEMENT




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional