Menu

Ketua PC NU Bangkalan: Selain Bersihkan Dosa, Puasa Bisa Tingkatkan Hikmah Berbagi

Ketua PC NU Bangkalan: Selain Bersihkan Dosa, Puasa Bisa Tingkatkan Hikmah Berbagi
Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir. (Ist)

BANGKALAN, koranmadura.com – Puasa di bulan ramadan adalah merupakan suatu perintah dari Allah swt kepada hamba-hambanya yang beragama islam. Ketika puasa perintah dari Allah swt, maka hukumnya wajib bagi kaum muslimin untuk melaksanakannya.

Namun perintah dari Allah swt ini tidak hanya semerta-merta memerintahkan kepada hambanya tanpa ada hikmah dan manfaat, melainkan banyak hikmah yang didapat bagi orang yang sungguh-sungguh melaksanakannya.

Seperti yang disampai oleh Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir bahwa, dengan melaksanakan ibadah puasa ini, manusia bisa membersihkan hati dari dosa. Menurutnya, dengan berpuasa di bulan ramadan ini, orang muslim bisa membersihkan hati dari segala hal.

“Dengan berpuasa di bulan ramadan bisa membersihkan diri dari dosa, dengki dan keamarahan. Kenapa begitu, mau berbuat amarah gimana sedangkan badan kita lemas karena tidak makan dan minum,” tuturnya, Kamis, 9 Mei 2019.

Selain itu, lanjutnya, dengan berpuasa bisa meningkatkan ketakwaan para kaum muslimin. Semakin kuat menahan lapar, haus dan hawa nafsu, maka semakin dekat diri seorang hamba kepada Allah swt.

“Puasa juga bisa mendekatkan diri kita kepada Allah swt dan menambah ketakwaan kita kepada Allah swt,” ucapnya.

Namun demikian, selain hikmah dari segi vertikal yaitu hubungan dengan Allah, ternyata ada juga hikmah dari segi horizontal bagi orang yang berpuasa kepada sesama manusianya, yakni hikmah berbagi.

“Hubungan kita dengan manusia, maka kita bisa berbagi kepada orang-orang duafa, dan juga tidak gampang menyakiti orang yang disekitarnya,” imbuhnya.

Maka dari itu, lanjut dia, di bulan suci ramadan yang penuh dengan keberkahan ini, pihaknya mengajak kepada masyarakat yang beragama islam, khususnya masyarakat muslim Bangkalan untuk melaksanakan ibadah puasa dengan baik.

Menurutnya, berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja, melaikan menahan hawa nafsu adalah yang lebih penting. “Tidak hanya menahan haus dan lapar, tapi bagaimana kita juga menahan hawa nafsu kita agar betul-betul menjadi orang yang bertakwa kepada Allah swt,” tutupnya. (MAIL/ROS/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA # HUT KE-74 RI

PAMANGGI

KORAN MADURA # HUT KE-74 RI

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional