Menu

Lantik Kades Kertasada, Bupati Sumenep: Rangkullah Semuanya, Tidak Boleh Ada Anak Emas

Lantik Kades Kertasada, Bupati Sumenep: Rangkullah Semuanya, Tidak Boleh Ada Anak Emas
Pelantikan Kades Terpilih Kertasada, Sabuwang di Aula DPMD. (madani)

SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur A. Busyro Karim melantik Kepala Desa Kertasada terpilih, Sabuwang, Rabu, 29 Mei 2019 di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Sabuwang dilantik karena ditetapkan sebagai pemenang dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pengganti Antar Waktu (PAW).

Usai melantik, Bupati Sumenep mengucapkan selamat kepada Sabuwang. Dalam sambutannya, suami Nurfitriana itu meminta Kepala Desa terlantik untuk selalu egaliter dalam mengurus rakyatnhya. Menurut Busyro, Kades tak boleh pilah-pilih, baik itu pendukung maupun tidak harus dilayani dengan baik.

“Rangkullah semua yang ada, tidak boleh ada istilah anak emas dan anak tiri, Kepala Desa bukan hanya milik pendukung a atau b, tapi kepala desa untuk semuanya,” ungkapnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu juga berharap besar kepada semua Kades di Sumenep prihal anggaran yang dikucurkan setiap tahunnya ke berbagai Desa. Dikatakan, dalam dua tahun terakhir setiap desa di Sumenep memiliki anggaran yang cukup fantantis, yaitu mencapai 1 M lebih.

Dengan demikian kata Bupati dua periode ini meminta kepala Desa agar menggunakan DD/ADD dengan baik dan benar, dan juga jangan sampai tergiur dengan uang yang besar, sebab sudah banyak Kades yang ditangkap dan kena OTT hanya karena penyalahgunaan DD/ADD.

“Kades harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola dana desa, sehingga bisa berkembang dan pendapatan desa itu bertambah, dan tidak menggantungkan kepada DD/ADD saja,” ungkapnya.

Sementara Kepala DPMD Moh Ramli menjelaskan, Sabuwang adalah Kades terpilih dalam proses PAW, sebab Kades sebelumnya diberhentikan karena tersandung kasus hukum. Sesuai amanat undang-undang periode jabatan, Sabuwang akan bertugas dimulai hari ini dan akan berakhir Desember 2020.

“Ini pelantikan Kepala Desa hasil Pilkades PAW, sebab kades definitif itu sudah diberhentikan karena tersandung kasus dan sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” ungkapnya. (*/MADANI/SOE/DIK)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA # HUT KE-74 RI

PAMANGGI

KORAN MADURA # HUT KE-74 RI

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional