Menu

Banyak Fasilitas Taman Bunga Rusak, Begini Respons Wabup Sumenep

Banyak Fasilitas Taman Bunga Rusak, Begini Respons Wabup Sumenep
Wakil Bupati (Wabup) Achmad Fauzi tampak akrab dengan sejumlah wartawan saat berada di Gedung DPRD Sumenep beberapa waktu lalu. (junaidi)

SUMENEP, koranmadura.com – Belum diperbaikinya sejumlah fasilitas Taman Bunga (TB) di Jalan Trunojoyo, tepatnya di seberang jalan Masjid Jamik Sumenep menyebabkan Wakil Bupati (Wabup) Achmad Fauzi angkat bicara.

Berdasarkan hasil konfirmasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kata Fauzi, DLH telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk tim dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Sumenep.

“Senin minggu yang lalu katanya DLH bersama tim CK (Cipta Karya) sudah duduk bersama di fasilitasi Pak Sekda, bahkan DLH sudah turun langsung ke TB untuk mengkroscek,” kata Fauzi.

Hasil dari pertemuan itu lanjut pria yang akrab dikenal Bang Uji, proyek tersebut telah diserahterimakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Pekerjaan sudah diserahterimakan ke Pemkab dan berkasnya sudah kami terima,” jelasnya.

Kendati begitu, kata dia Pemerintah Daerah belum bisa memperbaiki sejumlah fasilitas yang rusak. Karena masih dalam masa pemeliharaan. “Pekerjaan tersebut masih masa pemeliharaan,  jadi belum bisa kita perbaiki sendiri oleh Pemkab,” jelasnya.

Padahal kata dia, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah berkirim surat pada pelaksana tender proyek yang dibiayai melalui APBN tahun 2018 itu.

“Sebelumnya sudah tiga kali bersuratan ke pelaksananya, kemudian pertengahan bulan puasa datang dan berjanji untuk diperbaiki. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ungkapnya.

Kendati begitu, Pemerintah Daerah berjanji akan kembali menghubungi pihak pelaksana. Sehingga kerusakan tersebut bisa segera diperbaiki.

“Kami akan menghubungi pihak pelaksana dan berjanji untuk segera diperbaiki,  namun sampai sekarang juga belum ada kabarnya,” jelas pengusaha muda itu.

Pembangunan Taman Bunga dibiayai oleh Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp 5 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Permata Lanskap Nusantara dengan nilai kontrak Rp. 4,5 miliar lebih.

Meskipun pekerjaan proyek baru selesai akhir 2018 lalu, sejumlah fasilitas sudah tidak berfungsi. Salah satunya air mancur, saat ini tidak berfungsi bahkan hampir setiap hari tidak ada airnya. Selain itu, sebagian lampu hias dan lampu penerangan mati. Kondisi tersebut menyebabkan suasana taman bunga tidak elok dipandang. (JUNAIDI/SOE/DIK)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA # HUT KE-74 RI

PAMANGGI

KORAN MADURA # HUT KE-74 RI

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional