Menu

Hingga Akhir Agustus, 53 Orang Meninggal Akibat Laka Lantas di Sumenep

Hingga Akhir Agustus, 53 Orang Meninggal Akibat Laka Lantas di Sumenep
Kasatlantas Polres Sumenep, AKP Deddy Eka Aprianto. (fathol alif)

SUMENEP, koranmadura.com – Hingga akhir Agustus sejak Januari tahun ini, jumlah kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah mencapai 115 kejadian.

Berdasarkan data di Satlantas Polres Sumenep, dari jumlah kejadian tersebut, sudah 53 orang meninggal dunia. Tiga orang luka berat dan 186 mengalami luka ringan. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 384.750.000.

Sementara di 2018, selama satu tahun jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 180 kejadian. Akibatnya, 77 orang meninggal dunia. Dua orang luka berat, dan 213 luka ringan. Tahun lalu, kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas ditaksir mencapai Rp 435.650.000.

Jika dibandingkan bulan ke bulan, angka kecelakaan lalu lintas di Agustus tahun ini meningkat dari Agustus tahun lalu. Agustus 2018, jumlah kecelakaan lalu lintas “hanya” 12. Sedangkan Agustus tahun ini telah mencapai 16 kejadian.

Begitu juga dengan akibatnya. Agustus 2018, dari 12 kejadian itu 3 orang meninggal dunia, tak ada korban luka berat dan 22 orang mengalami luka ringan. Sedangkan bulan ini, sudah tujuh orang meninggal, dua luka berat dan 35 luka ringan.

Kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas hingga akhir Agustus ini sudah diperkirakan mencapai Rp 74.450.000. Lebih tinggi dibanding Agustus 2018 yang diperkirakan sebanyak Rp 27.650.000 selama satu bulan.

Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Deddy Eka Aprianto mengatakan, untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah kabupaten paling timur Pulau Madura, ada tiga langkah yang bakal dilakukan pihaknya.

Pertama melalui upaya preentif. Di antaranya ialah melaksanakan sosialisasi di sekolah-sekolah melalui kegiatan Police Goes To School serta memasang benner himbauan di titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas (blackspot).

Selain upaya preentif, lanjut Eka, yang kedua ialah upaya preventif. Yaitu melakukan patroli di jalur blackspot di jam rawan kecelakaan lalu lintas. “Kemudian kami juga melakukan upaya represif, menindak pengendara yang melanggar aturan lalu lintas,” pungkasnya, Selasa, 27 Agustus 2019. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional