Menu

Soal Dugaan Tabrak Lari Siswa SD di Sampang, Satu Orang Menyerahkan Diri dan Diperiksa Kepolisian

Soal Dugaan Tabrak Lari Siswa SD di Sampang, Satu Orang Menyerahkan Diri dan Diperiksa Kepolisian
Dump truk bernopol M 8342 UN, berwarna biru langit bertuliskan PT Jati Wangi berada di halaman Satlantas Polres Sempang dengan kondisi kaca pecah dan rusak ringan bagian depan. (muhlis)

SAMPANG, koranmadura.com – Pengungkapan kasus meninggalnya Ainul Yakin (8), alias Inul, siswa kelas 3 SDN Karang Dalam I, asal Kampung Halelah, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, yang tewas tergeletak dengan kondisi kepala pecah di tengah jalan inspeksi proyek normalisasi Kali Kamoning, masih menjadi teka-teki.

Bahkan akibat peristiwa itu, pintu masuk akses jalan inspeksi mega proyek multi years itu diberi penghalang hingga tidak ada lagi aktifitas apapun di titik lokasi tersebut.

Kanit Laka Lantas Polres Sampang, Ipda Puji Eko Waluyo menyatakan, kasus dugaan tabrak lari yang menyebabkan seorang bocah berusia delapan tahun meninggal dunia masih dalam penyelidikan. Pihaknya saat ini juga mengamankan satu unit kendaraan dump truk bernopol M 8342 UN yang bertuliskan PT Jati Wangi di halaman Satlantas Polres Sampang, karena saat itu berada di sekitar lokasi kejadian. Namun pihaknya belum bisa menyatakan jika pemilik dump truk tersebut yang menambrak korban.

“Sebelumnya kami periksa dua orang yang sedang berada di lokasi. Dua orang itu sedang berada di pinggir sungai. Dan hari ini ada satu orang yang menyerahkan diri. Makanya hari ini pula kami masih memeriksanya,” katanya, Kamis, 29 Agustus 2019.

Ipda Puji, Sapaan Ipda Puji Eko Waluyo menceritakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, terdapat dua dump truk yang pada saat itu sedang mengarah ke dalam dan ke luar lokasi proyek, saat itu ke dua dump truk itu berhadapan sehingga kemudian kedua truk sama-sama berjalan mundur.

“Sayangnya ke dua saksi yang berada di pinggir sungai tidak mengetahui persis peristiwa meninggalnya bocah itu, makannya yang menyerahkan diri itu (supir), masih kami periksa,” ujarnya.

Lanjut Ipda Puji mengatakan, karena kejadian bukan berada di jalan umum, pihaknya masih akan melakukan gelar perkara untuk menentukan kasus tersebut masuk ranah Satlantas atau Satreskrim.

“Saksi dan yang bersangkutan belum selesai diperiksa. Setelah diperiksa nanti kami gelar perkara dulu,” ucapnya.

Terlihat akses masuk jalan inspeksi di Kampung Halelah, Kelurahan Polagan, yang menjadi lokasi meninggalnya bocah SD terlihat ditutup oleh warga. (muhlis)

Sekadar diketahui, peristiwa dugaan tabrak lari tersebut terjadi pada Minggu, 25 Agustus 2019, beberapa hari lalu di kampung Halelah, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, sekitar pukul 10.00 wib.

Saat itu, warga setempat digegerkan dengan penemuan mayat Ainul Yakin (8), putra ketiga dari pasutri Maruki (58), dan Siti Aminah (30), yang tewas tergeletak di tengah jalan lintasan proyek normalisasi Kali Kamoning dengan kondisi mengenaskan yakni pecah di bagian kepalanya. Lokasi kejadian diketahui juga tidak jauh dari kediaman korban. (MUHLIS/ROS/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional