Menu

Turis ini Cebok di Tempat Suci Bali

Turis ini Cebok di Tempat Suci Bali
Ilustrsi Tanah Lot di Bali (Siti Nurjanah/d'Traveler)

KORANMADURA.com – Pasangan turis dari Ceko sempat bikin heboh Bali. Mereka dinilai melecehkan pura di kawasan Monkey Forest Ubud karena ‘cebok’ dengan air suci dari pelinggih.

Kasus pelecehan terhadap pura di Bali sebenarnya bukanlah yang baru. Kebanyakan dari mereka melakukan hal tak senonoh dengan alasan tak tahu tempat tersebut adalah area suci.

Seperti yang dilakukan oleh pasangan turis dari Ceko ini, Sabina Dolezalova dan Zdenek Slouka. Pasangan ini liburan ke pura di kawasan Monkey Forest Ubud, Minggu (11/8) kemarin.

Kronologisnya, pasangan ini direkam sedang berpelukan membelakangi area tirta suci. Di tirta ada air suci yang mengalir dari pelinggih. Air suci ini biasanya digunakan untuk upacara.

Seseorang yang merekam video mereka berkata sesuatu dalam bahasa Ceko. Tiba-tiba saja Sabina membuka roknya dengan posisi menungging. Zdenek langsung mengambil air yang mengalir dari pelinggih dan ‘menyebokkannya’ ke bokong Sabina.

Sabina terkejut karena air yang dingin dan mereka tertawa karena hal itu. Setelah itu, video tersebut viral sampai diberitakan oleh Media Internasional, Fox News.

Melihat hal ini, warga Bali kesal bukan main. Senator DPD dapil Bali I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa protes keras atas kelakuan turis ini.

“Kalau visualisasi itu airnya mengucur dari pelinggih, itu sudah pelecehan, karena air-air itu digunakan untuk hal-hal yang bersikap suci. Jadi dipakai untuk upacara, ambil tirta istilahnya, bahkan orang Bali saja untuk beberapa tempat seperti itu tidak boleh digunakan untuk mandi, karena ada pura yang khusus diambil air sucinya ada yang digunakan untuk bersih, untuk badan,” jelas Arya.

Arya juga menyoroti peristiwa itu terjadi karena keberadaan guide-guide ilegal. Dia pun berharap ada evaluasi terkait penertiban orang asing yang liburan tapi menyambi menjadi guide ilegal di Bali.

“Kurang ketatnya pengawasan guide-guide liar, karena banyak di Bali bule yang datang pakai visa turis nyambi jadi guide. Hal pelecehan pura tirta ini tidak akan terjadi kalau didampingi guide lokal, yang posting itu salah satu grup Rusia atau daerah sana, jadi saya rasa itu yang perlu dievaluasi visa on arrival dan penertiban orang asing yang tidak menggunakan pemandu,” tuturnya.

Untuk meluruskan masalah ini, pasangan turis ini pun dipanggil. Pasangan turis tersebut meminta maaf dengan alasan tidak tahu kawasan pura adalah suci.

“Dalam pertemuan tersebut kedua orang asing (Zdenek Slouka dan Sabina Dolezalova) yang diduga telah melakukan pelecehan tempat suci di kawasan Monkey Forest Ubud di hadapan seluruh Prajuru Adat Padangtegal telah menyampaikan permintaan maaf dan tidak ada maksud untuk melecehkan pura yang berada di Kawasan Monkey Forest Ubud tersebut karena dirinya tidak mengetahui/tidak tahu bahwa tempat tersebut merupakan tempat suci dan dirinya akan mengklarifikasi video yang sempat viral di medsos (IG) melalui perkataan permintaan maaf kepada Prajuru Adat Padangtegal dan seluruh masyarakat,” kata Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana

Pertemuan dihadiri para prajuru (pengurus) adat, dan semua anggota Kerta Desa Padang Tegal hingga perwakilan Konsulat Ceko Ni Nyoman Sri Darmayanti maupun polisi. Nuryana mengatakan permintaan maaf itu diterima bendesa adat Padangtegal I Made Gandra.

Prajuru Adat Padangtegal maupun warga Padangtegal menerima permintaan maaf dari kedua orang asing tersebut dan dari pihak Desa adat Padangtegal tidak akan mempermasalahkan di mana permasalahan sudah dianggap selesai dengan dikuatkan surat pernyataan damai bersama,” jelasnya.

Meski permintaan maaf diterima, kedua turis Ceko itu diwajibkan menggelar upacara adat Guru Piduka. Upacara ini digelar sebagai bentuk permintaan maaf kepada Tuhan.

Upacara Guru Piduka akan diadakan pada tanggal 15 Agustus 2019, pukul 12.00 Wita, Desa Adat Padangtegal. Upacara ini akan dihadiri oleh para juru serta masyarakat dan pihak yang bersangkutan (pasangan turis).

“Semoga dengan kejadian ini tidak ada lagi hal-hal serupa yang terjadi yang menodai pariwisata Indonesia dan Bali. Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran bagi kita semuanya,” harap Arya. (detik.com/soe/vem)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional