Menu

Demo Tembakau Jilid II, Orator Sebut Bupati Baddrut Tamam Si Raja Selfie

Demo Tembakau Jilid II, Orator Sebut Bupati Baddrut Tamam Si Raja Selfie

PAMEKASAN, koranmadura.com – Orator aksi demo tembakau jilid II, Ikal menyentil aktivitas Bupati Baddrut Tamam yang dinilai kacanduan swafoto ketika turun ke bawah.

Baca: Demo Tembakau Jilid II, Bupati Baddrut Tamam Nongol Depan Mahasiswa dan Petani

Selfie Bupati Baddrut Tamam menurut Iklal, hanya pencitraan, agar dilihat banyak orang seolah peduli rakyat.

Iklal menyebut si raja selfie karena sering melihat foto-foto selfie Bupati, terbaru foto selfie bupati memegang tembakau pasca demo tembakau jilid I di depan kantor Bupati, Rabu, 28 Agustus 2019.

Saat demo jilid I, Baddrut Tamam tidak menemui demonstran yang menagih janjinya terkait harga tembakau tidak boleh murah.

“Turun ka bawah hanya untuk selfie, seolah-olah membela hak-hak rakyat, kenyataannya tidak menepati janji, kami sengaja sebut Bupati si raja selfi, tolong tepati janjinya, Pak,” kata Iklal, saat orasi di depan rumah dinas Bupati, Pendopo Ronggodukowati, Senin, 9 September 2019.

Selain menagih janji Bupati Baddrut Tamam, Iklal dan kawan-kawan yang melakukan demo lanjutan karena harga tembakau murah, juga mendesak bupati Baddrut Tamam mencabut ucapannya ‘Demo Bayaran’.

Iklal menegaskan demo tembakau kemarin, 28 Agustus 2019, tersebut tidak dibayar oleh siapapun. Pernyataan ‘Demo Bayaran’ Bupati Baddrut Tamam adalah fitnah dan hoax.

“Saya punya pertanyaan, apakah demo yang kemarin dan yang sekarang dibayar, apakah kita demo minta proyek,” tanya iklal kepada peserta aksi yang kemudian dijawab serentak “Tidak”.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam berusaha membuka bukti ‘Demo Bayaran’ saat menemui peserta aksi. Bukti itu disampaikani melalui pesan singkat oleh salah satu peserta aksi ke Bupati Baddrut Tamam.

Namun sebelum bukti dibeberkan secara tuntas, Bupati Baddrut dijegat oleh salah seorang peserta agar tidak melanjutkan soal demo bayaran.

“Apakah perlu saya jelaskan ucapan saya (demo bayaran, red), saya baca SMS-nya gak, saya baca ya biar tuntas, gule nyo’onah saporah, gule norok demo bekoh eyade’nah Pendopo keng polanah neser ka, (Saya minta maaf, gule ikut demo tembakau di depan Pendopo karena kasihan ke (orang yang disebut dalam pesan singkat),”

“Lalu kemudian saya jawab apa hubungannya demo dengan titik-titik,” ungkap Bupati saat membaca pesan singkat terkait demo bayaran sembari menatap telepon selulernya, tapi gagal dibaca tuntas karena kondisi riuh.

“Sudah, tidak usah (Dijelaskan). Ini tidak usah dibahas katanya, ini permintaan domonstrans,” beber Baddrut Tamam.(RIDWAN/SOE)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional