Menu

Diduga Tak Ada Perhatian dari Pemkab, Jembatan Penghubung Kecamatan Pengarengan-Torjun Ambruk

Diduga Tak Ada Perhatian dari Pemkab, Jembatan Penghubung Kecamatan Pengarengan-Torjun Ambruk
Warga Desa Pecanggan saat gotong-royong memperbaiki jembatan penghubung antar Kecamatan Pengarengan-Torjun yang ambruk. (muhlis)

SAMPANG, koranmadura.com – Sebuah jembatan di Desa Pecanggaan, Kecamatan Pengarengan, Sampang, Madura, Jawa Timur, ambruk. Jembatan tersebut merupakan salah satu jalur penghubung antar Kecamatan Pengarengan-Torjun.

Penyebab ambruknya jembatan diduga karena tak pernah ada perhatian dari pemerintah setempat. “Jembatan ini terakhir dibangun sekitar tahun 1996 oleh pemerintah, sampai saat ini tidak ada lagi pembangunan apalagi diperbaiki,” ujar H Syaiful Islam, Kepala Desa Pacanggaan, Jumat, 13 September 2019.

Melihat kondisi itu, pihaknya bersama masyarakat melakukan perbaikan secara swadaya yakni dengan gotong royong lantaran jembatan tersebut seringkali mengakibatkan jatuhnya korban lantaran kerusakan yang sangat parah sejak tiga bulan terakhir.

“Korbannya pengendara sepeda motor yang melintas di jembatan yang rusak itu. Memang tidak ada korban jiwa, namun jika dibiarkan nantinya akan mengancam keselamatan warga yang melintas. Nah dari ke khawatiran itu, walaupun dengan bahan material seadanya, jembatan itu diperbaiki, yang penting kondisinya normal dulu sampai ada perbaikan dari pemerintah,” paparnya.

Lebih jauh, Kades mengaku jika kondisi jembatan di desanya adalah korban janji kebijakan Pemkab. Pasalnya, Pemkab hanya melakukan tindakan survei beberapa waktu lalu.

“Malah OPD terkait meminta masyarakat dan Desa yang melakukan perbaikan sementara. Tahun anggaran sebelumnya jembatan itu cuma ditinjau saja. Malah desa juga yang memperbaiki sementara tanpa ada tindak lanjut,” keluhnya.

Disisi lain, pihaknya menyatakan, akibat ambruknya jembatan tersebut, masyarakat yang hendak menyebrang ke Desa lainnya harus mencari jalur lain yang jarak tempuhnya menguras waktu dan BBM.

“Terpaksa diperbaiki lagi, kalau dibiarkan masyarakat harus memutar arah yang jelas berdampak pada waktu dan uang bensin,” tegasnya.

Sementara Kabid Jalan dan jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang, Hasan Mustafa mengaku, akan segera mengkrosceknya untuk melihat kondisi yang terjadi. Namun demikian, pihaknya mengaku di tahun anggaran saat ini terdapat program kegiatan di daerah tersebut.

“Memang ada program kegiatan di sana, tapi sekarang masih masuk tahap lelang, makanya kami perlu mamastikan terlebih dahulu,” katanya.

Tidak hanya itu saja, pihaknya membenarkan pada tahun anggaran 2018 lalu, sempat melakukan kroscek lapangan bersama Pj Bupati Sampang, Jonathan Judianto. Sehingga dipastikan akan dikerjakan tahun ini. “Kami perlu lihat lagi takut ada tambahan yang rusak,” kelitnya. (MUHLIS/ROS/DIK)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional