Menu

Dua Orang Tewas dan Ratusan Warga Keracunan, Apa Penyebabnya?

Dua Orang Tewas dan Ratusan Warga Keracunan, Apa Penyebabnya?
Foto: Syahdan Alamsyah

KORANMADURA.com – Dua orang tewas dan ratusan lainnya keracunan usai santap makanan tahlil di Sukabumi, Jawa Barat. Hingga Kamis (12/9/2019) malam tadi tercatat sebanyak 168 orang masih menjalani penanganan medis sebagian telah dipulangkan. Pemkab Sukabumi akhirnya menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk peristiwa tersebut.

Beberapa korban diketahui sempat berobat beberapa kali kemudian dirujuk ke dua rumah sakit RSUD Sekarwangi dan RSUD Palabuhanratu. Berikut fakta-fakta terkait peristiwa keracunan tersebut

Tahlilan Natus

Peristiwa bermula saat Selasa (10/9/2019), saat itu salah seorang warga di Kecamatan Bantargadung menggelar tahlilan 100 harian atau dikenal dengan ‘natusan’ dan mengundang warga setempat.

“Keracunan bermula saat warga mengkonsumsi makanan di acara tahlilan seratus hari warga di Bojonggaling, Warungkiara, sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa (10/9). Keluarga natusan mengundang tetangga-tetangganya,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada detikcom di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kamis (12/9/2019).

Saat itu warga menyantap makanan dengan menu nasi uduk, telur dan kuah rendang.

Keracunan Meluas

Efek racun mulai dirasakan Sealsa tengah malam hingga Rabu (11/9/2019) siang. Warga terus berdatangan ke Puskesmas Bantargadung. Usut punya usut sajian makanan tidak hanya diberikan kepada warga yang datang, tapi juga kepada warga yang lain yang tidak datang ke lokasi.

Efek racun yang dirasakan mulai dari pusing, mual dan muntah selain itu ada juga yang BAB berkali-kali. Puskesmas kewalahan dan merujuk beberapa pasien ke rumah sakit.

“Tengah malam warga langsung merasakan gejala sakit perut, pusing dan mual. Akhirnya oleh pihak Puskesmas di rujuk ke dua rumah sakit pemerintah di Cibadak dan Palabuhanratu,” kata Nasriadi.

2 Korban Tewas

Dua korban dinyatakan tewas pada Kamis (12/9/2019), korban bernama Rendi (9) menyusul kemudian Dewi Agung (37) keduanya warga Kecamatan Bantargadung. Pihak Dinkes menyebut ada penyakit penyerta yang menewaskan Rendi.

“Pasien yang berusia 9 tahun teridentifikasi mengalami gangguan pernafasan, untuk kasus ini Pemkab Sukabumi akan mendirikan posmo hingga permasalahan ini benar-benar terungkap sekaligus fokus kepada penanganan,” ujar Kadis Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid.

Terkait kematian Dewi Agung, dijelaskan kondisi fisik melemah meskipun sempat mendapatkan penanganan medis. Dewi rencananya akan dirawat secara intensif di ruang ICU karena mengalami sepsis atau infeksi berat. Namun nahas, karena ruangan penuh nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

“Kondisi sepsis atau infeksinya sudah berat, baru mau kita masukan ke ruang ICU. Namun karena ruangan penuh status pasien menunggu masuk ke ruangan penanganan intensif,” kata Humas RSUD Sekarwangi Ramdansyah.

Polisi Periksa Sampel

Polisi menggelar penyelidikan terkait peristiwa keracunan tersebut. Selain mengorek keterangan dari warga dan keluarga yang menggelar natus, polisi juga memeriksa sampel telur.

“Ada keterangan dari warga katanya telurnya berbau, tapi kan belum bisa kita pastikan apakah memang telur itu yang kemudian membuat warga keracunan massal,” ucap AKBP Nasriadi, Kapolres Sukabumi. Menurutnya sampel makanan sudah dikirim ke Lab Dinkes Jabar.

Pemkab Tetapkan KLB

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait peristiwa keracunan makanan massal di Kecamatan Bantargadung, Sukabumi, Jawa Barat. Tercatat jumlah korban keracunan mencapai 170 orang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dari 170 orang tersebut 65 di antaranya mendapat penanganan medis di RSUD Palabuhanratu, sementara 55 lainnya di RS Sekarwangi dan 50 orang lainnya di Puskesmas.

“Dua (korban) saja sudah KLB, sesuai amanat undang-undang, seluruh pembiayaan akan ditanggung pemerintah daerah tanpa dipungut sepeser pun kepada korban,” jelas Kadis Kesehatan Pemkab Sukabumi, Harun Alrasyid.
(detik.com/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional