Menu

Kemensos Minta e-Warung Tak “Nakal” Layani Penerima BPNT

Kemensos Minta e-Warung Tak “Nakal” Layani Penerima BPNT
Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah III Kemensos RI, Mangara Simajuntak. (fathol alif)

SUMENEP, koranmadura.com – Mulai bulan ini bantuan sosial Rastra di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah beralih ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ke depan tiap keluarga penerima manfaat (KPM) tidak lagi akan menerima bantuan berupa beras, tapi uang yang ditransfer ke masing-masing rekening penerima.

Bantuan keuangan yang dikirim ke rekening KPM Rp 110 per bulan itu nantinya bisa dibelanjakan ke e-Warung yang telah disiapkan oleh Himbara atau perbankan milik negara. Kalau di Sumenep oleh Bank Mandiri.

Namun KPM tidak bisa membelanjakan bantuan tersebut sesuka hati. Hanya terbatas pada dua bahan pangan, yakni beras dan telor. E-Warung juga tidak boleh melayani jika KPM minta di luar dua bahan pangan tersebut.

Untuk memastikan e-Warung tidak melayani permintaan KPM di luar dua bahan pangan itu, Kementerian Sosial melalui Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah III meminta masyarakat secara umum ikut mengawasi.

“Tolong jika ada yang mengetahui ada e-Warung melayani permintaan KPM di luar ketentuan untuk dilaporkan kepada pihak terkait. Nanti kami akan minta Himbara untuk menggantinya sebagai penyalur,” kata Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah III Kemensos RI, Mangara Simajuntak.

Baca: Bansos Rastra Jadi BPNT, Bagaimana Kesiapan E-Warung di Sumenep?

Direktorat Penanganan Fakir Miskin Wilayah III Kemensos RI sudah melakukan sosialisasi di Kabupaten Sumenep terkait penyaluran BPNT kemarin, Rabu, 4 September 2019.

Di kabupaten paling timur Pulau Madura ini, dari 334 desa sekarang sudah ada 224 e-Warung yang siap melayani proses BPNT. Dari total yang disiapkan 311 e-Warung.

“Sebenarnya kami punya agen sekitar 600-an. Tapi yang sesuai klasifikasi E-Warung, itu ada 311. Dari 311 itu, yang sudah siap mesinnya 224,” kata Kepala Cabang Bank Mandiri Sumenep, Soni Minarsa.

Menurut dia, idealnya memang satu desa satu e-Warung. Kecuali di luar desa-desa yang memang tak ada sinyal. “Tapi untuk desa tak ada sinyal sudah kami disiapkan solusinya,” katanya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional