Menu

Nelayan di Sapeken “Terusik” dengan Keberadaan Empat Kapal Asal Kalimantan

Nelayan di Sapeken “Terusik” dengan Keberadaan Empat Kapal Asal Kalimantan
Nelayan di Sapeken "Terusik" dengan Keberadaan Empat Kapal Asal Kalimantan.

SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah nelayan di Pulau Sapeken/Kecamatan Sapeken, Sumenep, Jawa Timur, khususnya di Desa Pagerungan Kecil, merasa terusik oleh keberadaan sejumlah kapal (perahu, red) penangkap ikan yang diduga berasal dari Kalimantan.

Pasalnya, sejak keberadaan empat kapal itu di wilayah perairan Sapeken, para nelayan di sana merasa kesulitan mendapatkan ikan tangkapan.

“Sudah sekitar 20 hari kami kesulitan mendapatkan ikan tangkapan, Mas,” tutur salah seorang nelayan di Pulau Sapeken, Muslimin, kepada wartawan, Kamis, 12 September 2019.

Dia menuturkan, empat kapal penangkap ikan yang diduga berasal dari Kalimantan itu sering bersandar di Desa Pangerungan Kecil.

Karena itu, bersama nelayan lainnya di Desa Pagerungan Kecil dia berharap pihak berwenang segera melakukan tindakan. Apalagi empat kapal tersebut diduga telah melanggar aturan terkait wilayah penangkapan ikan.

“Kami menduga para nelayan di empat kapal itu telah melanggar aturan. Semoga bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Ini juga demi kenyamanan bersama,” harap Muslimin.

Kapolsek Sapeken, IPTU Supenu membenarkan bahwa di sana memang ada empat kapal dari luar daerah. Pihaknya bersama Forpimka setempat sudah menemui mereka untuk melakukan klarifikasi.

Berdasarkan pengakuan awak empat kapal tersebut, menurut dia, mereka tidak melakukan penangkapan ikan, tapi hanya berlindung dari gelombang untuk sementara waktu. Kebetulan salah satu dari awak kapal itu ada yang menikah dengan warga di sana.

“Kalau menurut pengakuan mereka (awak empat kapal tersebut) begitu (tidak menangkap ikan). Tapi kami tidak tahu kepastiannya. Karena tidak tertangkap di tengah laut,” ungkap dia.

Meski begitu, untuk menciptakan suasana tetap kondusif, pihaknya bersama Forpimka Sapeken tetap memberikan pemahaman kepada awak di empat kapal itu supaya tidak menangkap ikan di wilayah yang secara aturan tidak diperbolehkan.

“Mereka memahami itu dan sudah berkoordinasi dengan pemilik kapalnya di Kalimantan bahwa mereka akan segera kembali,” tambahnya. FATHOL ALIF/ROS/VEM

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional