Menu

Salah Satu SMK di Bangkalan Menolak BPOPP dari Pemprov Jatim, Ini Sebabnya

Salah Satu SMK di Bangkalan Menolak BPOPP dari Pemprov Jatim, Ini Sebabnya
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sunarto saat diminta keterangan (mail)

BANGKALAN, koranmadura.com – Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) An-Najah Tragah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur menolak Bantuan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggara Pendidikan (BPOPP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Taimur. Apa penyebab mereka menolak?

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Bangkalan, Sunarto menyampaikan alasan kepala sekolah menolak bantuan itu. Menurut Sunarto, izin operasional SMK An-Najah ini sudah mati, sehingga sudah tidak layak lagi mendapatkan BPOPP.

“Izin operasional SMK An-Najah sudah mati, sehingga kepala sekolahnya tidak mau menerima bantuan tersebut,” Kata sunarto, Sabtu, 07 September 2019.

Sunarto menjelaskan, pada tahun ajaran 2019-2020, SMK An-Najah sudah tidak lagi menerima siswa baru. Saat ini, jumlah siswa dari kelas 11 dan 12 hanya 21 orang. Sementara untuk kelas 10 memang sudah kosong.

“Sumber daya manusia pengajarnya sudah tidak memungkinkan, karena tidak mencukupi, jadi rencananya akan ditutup,” jelas Sunarto.

Namun demikian, Sunarto menegaskan, bagi sekolah yang menolak BPOPP dari Pemprov Jatim, maka harus membuat surat pernyataan yang bermeterai. Di dalam surat tersebut juga harus disertai alasan menolak program tersebut.

“Kami minta kepada kepala sekolahnya untuk buat surat penyataan, ada tanda tangan Ketua Yayasan juga. Setelah itu saya sampaikan ke Pemprov Jatim,” katanya.

Perlu di ketahui bahwa jumlah SMA/SMK di Kabupaten Bangkalan sebanyak 133 lembaga. Sementara SMA/SMK yang mendapatkan BPOPP hanya 132 lembaga. Pasalnya, SMK An-Najah menolak menerima bantuan tersebut. (MAHMUD ISMAIL/SOE/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional