
SUMENEP | koranmadura.com – Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk menekan tingginya harga sembilan bahan pokok (sembako) dengan mengadakan Pasar Murah Ramadan (PMR), Selasa (21/6). Namun kegiatan tersebut hanya dilaksanakan di enam titik. Semuanya di wilayah daratan, belum sampai kepulauan.
Salah seorang warga Kepulauan Raas, Darus Salam meminta pemkab juga melaksanakan PMR di wilayah kepulauan. Tak hanya di daratan. Sebab yang terdampak tingginya harga sembako bukan hanya warga daratan. Warga kepulauan juga. Bahkan bisa lebih parah.
Menurut Darus, kenyataan bahwa perhatian yang diberikan pemkab kepada warga kepulauan selama ini masih minim tak dapat dipungkiri. Contoh kecilnya, operasi pasar yang diselenggarakan oleh pemerintah hanya berkutat di dua titik. Semuanya di darat, belum menjangkau wilayah kepulauan.
“Kalau jatah operasi pasar dari Pemerintah Provinsi memang terbatas untuk dua titik, kenapa tidak satu di darat, satunya di kepulauan. Anehnya, ini bukan kali pertama. Tapi tahun sebelumnya juga demikian. Operasi pasar tak menyentuh kepulauan. Masak pasar murah Ramadan yang diselenggarakan Pemkab juga akan begitu?,” tandasnya.
Darus sebenarnya tak yakin, kalaupun Pemkab Sumenep menggelar PMR di kepulauan akan mampu meringankan beban warga kepulauan secara merata. Namun sergahnya, paling tidak dengan diadakannya kegiatan PMR di kepulauan, sedikit akan menghilangkan kesan selama ini bahwa pemerintah lupa kepada warga kepulauan.
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim mengakui jika pelaksanaan PMR belum menyentuh warga kepulauan. Selasa kemarin, kegiatan PMR hanya terpusat di lima kecamatan, salah satunya di Kecamatan Kota, tepatnya diselenggarakan di depan Kantor Disbudparpora atau depan Labang Mesem.
“Kalau kepulauan belum,” tukas mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu. Namun dia memastikan jika pemerintah juga akan menggelar kegiatan PMR di wilayah kepulauan. Hanya saja, dia tidak menyebutkan secara detail akan dilaksanakan di kepulauan mana saja. “Waktunya sebelum Lebaran,” tegasnya.
Dia menjelaskan bahwa dilaksanakannya kegiatan PMR tersebut untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya terhadap sembako. Mengingat harga sembako di pasaran melambung. “Pasti saya jamin, harga yang dijual di sini lebih murah dari di pasar,” tukasnya.
Hanya saja, pantauan di lokasi, dalam PMR tersebut tak semua masyarakat bisa membeli sembako yang dijual murah. Hanya mereka yang memiliki kupon yang bisa mendapatkan. Hal seperti itu sempat membuat Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma, yang hadir sekaligus meninjau pelaksanaan PMR tersebut murka. (FATHOL ALIF/MK)