Menu

Ditengarai Kongkalikong, Warga Laporkan Pengelola APMS ke Polres

Ditengarai Kongkalikong, Warga Laporkan Pengelola APMS ke Polres
Syaifuddin saat dimintai keterangan usai melaporkan dugaan penyimpangan pendistribusian BBM di Pulau Kangean di Mapolres Sunenep.

SUMENEP, koranmadura.com – Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Kangen, Sumenep, Madura, Jawa Timur, ditengarai penuh kongkalikong. Akibatnya, harga BBM melambung tinggi.

Dugaan tersebut oleh warga setempat Syaifudin dilaporkan ke Kepolisian Resor Sumenep, Senin, 19 Maret 2018. Sementara terlapornaya pengelola Agen Penyuplai Minyak dan Solar (APMS) 01 dan 03.

“Demi kemaslahatan warga, terpaksa kami laporkan dugaan adanya penyinpangan ini ke Polres. Karena yang bermain dua APMS itu,” kata Syaifuddin, saat ditemui di Mapolres.

Dikatakan, pelaporan itu berdasarkan hasil invenstigasi yang dilakukan pihaknya selama beberapa pekan lalu. Hasilnya dua APMS tersebut diketahui menjual BBM Bersubsidi jenis Premimun dan Solar kepada pengusaha (pengepul). Mestinya, kata Syaifuddin, APMS menjual BBM kepada konsumen melalui dispenser.

Kongkalikong selain menyebabkan harga BBM melambung tinggi, juga menyebabkan terjadinya kelangkaan di APMS. “Saat ini harga premium dikalangan pengecer masih Rp10 per satu botol. Bahkan masyarakat saat hendak ngisi di APMS sering kosong,” jelasnya.

Kosongnya BBM itu disinyalir karena adanya permainan antara pengelola APMS dengan pengepul dengan patokan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Pengepul terkadang menitipkan uang kepada APMS untuk mendapatkan jatah. Kalau bayar di muka pengepul membayar Rp1,4 juta, apabila pembayaran saat pengambilan BBM, pengepul harus bayarRp 1,5-1,6 juta,” jelasnya.

Saat ini jumlah pengepul di Pulau Kangean, kata Syaufuddin, cukup banyak, yakni di atas 10 pengusaha yang mengambil alih pendistribusian BBM secara ilegal. “Tapi yang kami lampirkan hanya dua pengusaha, yang lain menyusul. Kami harap kepolisian serius mengusut laporan ini,” harapnya.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Abd Mukid membenarkan laporan tersebut. Hanya saja pihaknya belum bisa memberikan pernyataan karena belum menerima laporan dari penyidik.

“Masih diproses, kami belum terima laporannya. Kalau belum menerima apa yang mau disampaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi. (JUNAIDI/MK/VEM)

Tanggapi Facebook

Editor:
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

PAMANGGI

LAPORAN KHUSUS

error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional