Menu

Bupati dan Mayoritas Anggota DPRD Absen Paripurna, Ini Respons Wabup Sumenep

Bupati dan Mayoritas Anggota DPRD Absen Paripurna, Ini Respons Wabup Sumenep
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. (junaidi)

SUMENEP, koranmadura.com – Sidang Paripurna Istimewa dengan Agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT RI ke 74 2019 hanya dihadiri segelintir anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Selain itu, Bupati Sumenep A. Busyro Karim juga tidak hadir pada rapat yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Sekretariat DPRD Sumenep, Selasa, 16 Agustus 2019.

Baca : Jelang Purna Tugas, Anggota DPRD Sumenep Kian “Malas” Hadiri Sidang Paripurna

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, tidak masuknya mayoritas DPRD kemunkinan kurang sehat.

“Ya kemungkinan, banyak yang kurang sehat, saya juga kurang sehat ini. Cuma saya coba terus bersemangat, karena hari kemerdekaan saat ini. Mungkin yang lain kurang sehat, pancaroba kan,” katanya usai mengikuti sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Sumenep

Pria yang dekat dengan anak muda itu menilai, sakitnya anggota dewan dinilai cukup parah. Sehingga tidak bisa hadir dalam rapat paripurna tahunan itu. “Mungkin tidak kuat lari, kurang sehat,” jelasnya.

Apakah karena jelang masa Purna Tugas?, Fauzi memastikan bukan faktor utama. Melainkan ketidak hadiran mereka karena sakit. “Tidak juga menurut saya, karena mungkin berhalangan. Ada yang kurang sehat, pasti bermacam-macam alasannya, yang pasti Wakil Bupati juga kurang sehat, tapi bersemangat 45, ya kan,” jelasnya.

Apakah Bupati juga kurang sehat?, Fauzi membenarkan. “Bisa jadi, semalam saya tidak hadir karena kurnag sehat,” tuturnya.

Padahal kata dia, Rapat Istimewa ini bersifat penting dan tidak harus dikalahkan dengan kegiatan lain. Sebab, dalam pidato yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyangkut visi misi Presiden dan juga pembangunan Indonesia kedepan.

“Pidato yang disampaikan presiden ini menyangkut visi dan misi presiden kedepan. Sehingga Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi juga harus mengetahui apa yang menjadi keinginan Pemerintah Pusat. Sehingga pembangunan sampai daerah itu bisa seirama,” tegasnya.

Sementara pola pembangunan yang bakal dicanangkan di Sumenep kata Fauzi, tetap mengacu pada visi dan misi awal, yakni “Bangun Desa Nata Kota”.

“Otomatis jangka pemdek tetal pembangunan infrastruktur yang kami bangun sesui visi misi Nata Kota Bangun Desa. Namun, karena pidato Presiden lebih pada peningkatan SDM (sumber daya manusia), maka kedepan juga akan ada peningkatan SDM juga,” tegasnya.

Sebelumnya, sedikitnya lima anggota dewan yang hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan. Saat itu Bupati juga tidak hadir dalam rapat paripurna yang biasa digelar pada 16 Agustus itu. (JUNAIDI/SOE/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional