Menu

Lempar Bayi ke Tembok Hingga Tewas, Ayah Tiri: Saya Bercanda

Lempar Bayi ke Tembok Hingga Tewas, Ayah Tiri: Saya Bercanda
Roni ayah tiri yang lempar bayi ke dinding hingga tewas (Foto: Isal Mawardi/detikcom)

KORANMADURA.com – Seorang ayah tiri bernama di Roni Andirawan (39) melempar bayinya ke tembok hingga tewas. Roni beralasan aksi pelemparan itu hanya bercanda.

“Awalnya saya nggak ada (niat) untuk membunuh bayi itu, saya itu bercanda. Saya tiduran anak saya itu lempar-lemparan sama saya. Yang pertama, saya lempar pertama nggak kena tembok, kejedut, tapi lompat ke saya (lagi), saya tangkap lagi. Pas kena guling pas begini kepala nya, kena tembok,” ujar Roni di Polsek Serang Baru, Jalan Raya Serang, Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/8/2019).

“Tadinya bercanda. Tadi saya ngajaknya bercanda nggak kepikiran kalau sampai kejedot itu, karena dari pagi itu (korban) nangis terus,” tegasnya.

Saat aksi pelemparan itu, Roni mengaku korban tertawa riang. Roni menyebut korban menghampiri dirinya untuk dilempar kembali.

“Saya lempar, ketawa-ketawa, lompat lagi, istri saya lagi mandi. Awalnya (lempar) ke kasur, dilempar di kasur sambil tiduran saya. Dia lompat ke saya, saya lempar lagi,” ujar Roni.

Roni menepis kalau hal itu dilakukan karena dirinya merasa kesal tidurnya diganggu. “Bukan, bukan tidur, saya memang sengaja buat bermain. Nggak tidur saya, saya lagi goreng bebek, jadi saya pegang ini (ketiak)-nya nih,” ujar Roni.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi dari pihak RS Budi Asih, Cikarang Selatan, yang merasa janggal akan kematian korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka di bagian kepala.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami kekerasan benda tumpul di bagian kepalanya, sehingga mengakibatkan pendarahan di otak. Polisi kemudian langsung bergerak melakukan penyelidikan. Polisi memeriksa ibunda korban dan juga pelaku.

Setelah diinterogasi, pelaku mengakui telah melempar bayinya ke arah tembok sebanyak 3 kali. Hal itu dilakukan karena pelaku kesal lantaran korban mengganggu tidurnya.

Polisi kemudian menangkap Roni. Roni kini ditahan di Polsek Serang Baru. “Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” ujar Kapolsek Serang Baru AKP Wito.

Pelaku dijerat pasal 76 huruf c junto pasal 80 UU nomor 17 tahun 2016 atas perubahan uu 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (DETIK.com/ROS/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional