Menu

Minim Pengawasan, Pengerjaan Jalan Bernilai Miliaran Rupiah di Sampang Diduga Tak Transparan

Minim Pengawasan, Pengerjaan Jalan Bernilai Miliaran Rupiah di Sampang Diduga Tak Transparan
Pengendara saat melintas di ruas jalan Desa Panyepen-Asem Nonggal yang saat ini dilakukan kegiatan fisik peningkatan struktur dan kapasitas jalan. (muhlis)

SAMPANG, koranmadura.com – Pengerjaan proyek yang berlokasi di daerah perbatasan wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berpotensi minim pengawasan. Pasalnya, transparansi pelaksanaan kegiatan peningkatan struktur dan kapasitas jalan yang bernilai miliaran rupiah diduga tak transparan.

Pantauan di lokasi, pemasangan papan informasi kegiatan pengerjaan ruas jalan Desa Penyepen-Asem Nonggal, Kecamatan Jrengik yang merupakan paket kegiatan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Sampang terlihat dipasang dengan tanpa informasi yang terperinci. Hal itu pengerjaannya diduga tak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sampang, Hasan Mustofa mengaku, kegiatan tersebut masih dalam proses pengerjaan. Bahkan pihaknya tampak kaget ketika diinformasikan terkait pemasangan papan informasi kegiatan yang isinya tidak lengkap untuk khalayak umum.

“Masak tidak ada mas, pasti ada lah. Tapi yang jelas program kegiatan itu tahun anggaran 2019. Pagunya Rp 3 miliar dari DAK APBD. Kalau ingin lebih jelas coba langsung ke PPTKnya ya, pak Sahron, dia lebih tau detail soal itu,” tuturnya, Kamis, 22 Agustus 2019.

Sementara Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengerjaan kegiatan ruas jalan Panyepen-Asem Nonggal, Sahron mengaku bahwa pelaksanaan program kegiatan fisik tersebut masih baru dikerjakan. Bahkan proges kegiatannya masih berjalan 15 persen.

“Progresnya pengerjaannya masih 15 persen. Dan papan informasinya itu akan diganti, kemarin itu salah cetak,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, bentuk kegiatan di lokasi tersebut berupa pengaspalan dan betonisasi. Untuk panjang total pengaspalanya yaitu mencapai sepanjang kurang lebih dua kilometer. Sedangkan masa kontrak kegiatan pengerjaanya berakhir hingga akhir Oktober 2019 mendatang.

“Pengerjaannya dimulai Juli 2019 lalu, sudah sebulan lebih yang dikerjakan dan pasti selesai karena menggunakan pabrikan semua. Sedangkan penggarapannya dilakukan dari ujung utara ke arah selatan berdasarkan ketentuannya,” kelitnya. (MUHLIS/ROS/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional