Menu

Ketua PAN Pamekasan: Bupati Baddrut Tamam Jangan Merasa Bisa Bekerja Sendiri

Ketua PAN Pamekasan: Bupati Baddrut Tamam Jangan Merasa Bisa Bekerja Sendiri
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. (pamekasan hebat)

PAMEKASAN, koranmadura.com – Ketua DPD PAN Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Heru Budi Prayitno, mengingatkan Bupati Baddrut Tamam, agar tidak merasa hebat dalam menyelesaikan persoalan yang ada di Pamekasan.

“Bupati jangan merasa bisa bekerja sendiri, bisa mengatasi sendiri persoalan yang ada. Misalnya, soal harga tembakau yang menjadi sorotan belakangan ini,” kata Heru Budi Prayitno, Selasa, 3 September 2019.

Baca: PAN Pamekasan Sesalkan Ucapan “Demo Bayaran” Bupati Baddrut Tamam

Harga tembakau Pamekasan saat ini menjadi sorotan publik, karena harga daun emas tersebut dibeli di bawah ketetapan pemerintah yakni sebesar Rp 42.600.

Anjloknya harga tembakau membuat aktivis mahasiswa dan petani turun jalan melakukan aski demontrasi ke kantor Bupati Pamekasan, Rabu, 28 Agustus 2019. Mereka menuntut Bupati merealisasikan janji harga tembakau tidak boleh murah.

Namun demon tersebut disebut bayaran oleh Bupati Baddrut Tamam. Ucapan kontroversi itu kemudian disesalkan oleh partai pengusung.

“Kami (PAN) sebagai partai pengusung sangat menyesalkan atas ungkapan Bupati terhadap para pendemo yang mengatakan dibayar. Siapa yang membayara dan siapa yang dibayar harus jelas,” kata Heru Budi Prayitno,” Selasa, 3 September 2019.

Kata Heru, Bupati Baddrut Tamam bisa memanggil pabrikan untuk menjelaskan kepada para pendemo jika tidak paham terkait harga tembakau yang dinilai anjlok, bukan malah menuduh demonstrasi bayaran.

PAN sebagai partai pengusung mengaku mempunyai tanggungjawab moral terhadap Bupati Baddrut Tamam, sama dengan partai pengusung lainnya, PKB, Gerindra, PKS.

“Saya sebagai ketua partai pengusung juga mempunyai tanggungjawab moral terhadap bupati bersama partai koalisi yang lain, dan itu konsekuensi logis dalam sebuah tatanan politik,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Heru meminta Bupati Baddrut Tamam menghentikan melontarkan ucapan kontroveri, karena hal ini akan memunculan polemik di Pamekasan.

Ucapan demo bayaran itu berujung pelaporan Bupati Baddrut Tamam ke polisi oleh mahasiswa dan petani tembakau, Senin, 2 September 2019.

Politikus PKB tersebut dilaporkan terkait sambutannya yang menyebut demo anjloknya harga tembakau di Pamekasan adalah bayaran.

Laporan aktivis dan petani diterima langsung oleh Kanit I SPKT Polres Pamekasan, Ajun Inspektur Polisi Satu, Arif Muzakki.

Aktivis Pamekasan, Iklal terpaksa melaporkan Bupati Baddrut Tamam karena dinilai melecehkan aktivis dan petani tembakau yang menyampaikan aspirasi beberapa waktu lalu.

Pernyataan Bupati, menurut Iklal, tidak layak disampaikan ke publik. Apalagi yang disampaikan merupakan fitnah.

“Jika Bupati berani mengatakan peserta demo tembakau kemarin itu dibayar serta yang dirugikan hanya satu orang, maka harus berani pula untuk membuktikannya,” kata Iklal kepada awak media. (RIDWAN/ROS/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional