Menu

PAN Pamekasan Sesalkan Ucapan “Demo Bayaran” Bupati Baddrut Tamam

PAN Pamekasan Sesalkan Ucapan “Demo Bayaran” Bupati Baddrut Tamam
Ketua DPD PAN Pamekasan, Haru Budi Prayitno. (ridwan)

PAMEKASAN, koranmadura.com – Partai Amanat Nasional (PAN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyayangkan ucapan Bupati Baddrut Tamam, terhadap aktivis mahasiswa dan petani yang menggelar aksi terkait anjloknya harga tembakau.

Bupati saat itu menyebut demo yang berlangsung di depan kantor Pemkab Pamekasan, Rabu, 28 Agustus 2019, adalah bayaran.

Baca : Kontroversi Bupati Baddrut Tamam di Balik Demonstrasi, Minta Proyek hingga Demo Bayaran

Ketua DPD PAN Pamekasan, Heru Budi Prayitno mengatakan, harga tembakau tidak boleh murah merupakan rangkaian janji Bupati Baddrut Tamam, sehingga wajar jika mahasiswa dan petani menagih janjinya yang belum terealisasi.

“Kami (PAN) sebagai partai pengusung sangat menyesalkan atas ungkapan Bupati terhadap para pendemo yang mengatakan dibayar. Siapa yang membayar dan siapa yang dibayar harus jelas,” katanya, Selasa, 3 September 2019.

Baca : Buntut ‘Demo Bayaran’, Bupati Baddrut Tamam Dipolisikan

Menurut Heru, panggilan Heru Budi Prayitno, Bupati semestinya menjelaskan kepada petani terkait harga tembakau yang dinilai anjlok, bukan malah menuduh demonstrasi bayaran.

“Jika Bupati tidak begitu paham persoalan pertembakauan, kan bisa memanggil perwakilan pabrikan untuk menjelaskan pada para pendemo yang didampingi Bupati dan instansi terkait,” ungkap Heru.

Kata Heru, Bupati Baddrut Tamam sering melontarkan ucapan kontroversi dan blunder, mulai dari tidak ada koalisi pasca dilantik, LSM demo minta sepeda motor, terbaru pendemo bayaran.

Baca : Menyebut Demo Tembakau ‘Bayaran’, Bupati Baddrut Tamam Dapat Kecaman

“Jadi kami meminta kepada bupati hentikan melontarkan pernyataan yang membuat polemik di Pamekasan,” terangnya.

Selain itu, Heru juga menyesalkan ucapan Bupati Baddrut Tamam yang dilaporkan ke polisi.

“Tapi kami juga menyesalkan jika seorang pemimpim daerah sampai dilaporkan ke aparat karena ucapan Bupati di depan para tokoh ulama dan kiai,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Baddrut Tamam menyebut demo mahasiwa dan petani tembakau tersebut adalah bayaran.

Baddrut Tamam menyebut demo bayaran itu saat menyampaikan sambutan di depan ratusan jemaah Pamekasan Bershalawat yang digelar Pemkab Pamekasan dalam rangka merayakan 1 Muharram 1441 Hijriyah, di lapangan Pendopo Ronggosukowati, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Potongan video sambutan Bupati Baddrut Tamam yang menyebut demo bayaran diposting laman resmi Pamekasan Hebat, bahkan saat ini viral di kalangan masyarakat Pamekasan, termasuk kalangan aktivis.

Sebelum menyentil demo bayaran, Baddrut Tamam menyampaikan lima program prioritas pemerintah Kabupaten Pamekasan, lima program prioritas itu di dalamnya mendorong kesejahteraan, kemakmuran yang merata di semua desa, program yang tengah dirancang adalah kegiatan selawat setiap bulan di seluruh desa di Kabupaten Pamekasan.

Baca : Wakil Rakyat Ini Minta Jalan Penghubung Empat Desa di Guluk-Guluk Segera Diperbaiki

“Mak tadek sengocak sakalangkong, mun urusen program se bagus pas tak ngocak sakalangkong, bedeh rugi bekoh reng sorang, seademo ebejer ekebey cak kocaan maloloh, (Kok tidak ada yang menyampaikan terimakasih, kalau ada program yang bagus tidak ada yang mengucapkan terimakasih, tembakau rugi yang dialami satu orang, yang demo dibayar, jadi perbicangan terus,” kata Baddrut Tamam. (RIDWAN/ROS/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional