Menu

Sepuluh Fakta Demo Penolakan Harga Tembakau Murah di Pamekasan

Sepuluh Fakta Demo Penolakan Harga Tembakau Murah di Pamekasan
Massa demonstrasi yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formasi) Pamekasan saat membakar tembakau. (sudur)

PAMEKASAN, koranmadura.com – Harga tembakau di Pamekasan, Madura, Jawa Timur,  dapat penolakan dari mahasiswa dan petani. Mereka menolak karena harga daun emas itu dinilai murah.

Karena harga murah, aktivis mahasiswa dan petani melakukan demontrasi ke kantor Bupati, Rabu, 28 Agustus 2019 lalu. Mereka menuntut harga tembakau mahal seperti janji politik Bupati yang disampaikan kepada masyarakat waktu kampanye.

Berikut sejumlah fakta dan kejadian pasca demo harga tembakau anjlok.

1) Harga Tambakau Pamekasan tidak Sesuai BEP
Pemerintah Kabupaten Pamekasan menetepkan Break Event Point (BEP) tembakau Pamekasan sebesar Rp 42.600.

Namun harga tembakau di lapangan di bawah BEP yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 30 sampai 32 ribu per kilogram.

Hal itu menyebabkan mahasiswa dan petani demo Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. “Harga tembakau anjlok Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu rupiah per kilogram,” kata Orator Aksi Iklal, saat demo di depan kantor Bupati Pamekasan.

2) Demo Mahasiswa dan Petani Tak Ditemui Bupati Baddrut Tamam
Mahasiwa dan petani meresa kecewa karena demonstrasi yang bermaksud menyampaikan aspirasi itu tidak ditemui langsung oleh Bupati Baddrut Tamam.

3) Tolak Perwakilan Bupati
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bambang Edi Suprapto, yang mewakili Bupati berusaha menemui massa aksi mahasiwa dan petani tembakau.

Namun upaya itu gagal karena mehasiswa dan petani hanya ingin ketemu langsung Bupati Pamekasan.

Kendati demikian, Bambang Edi Suprapto berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa dan petani terkait harga tembakau yang dinilai murah.

“Kami akan langsung berangkat ke Surabaya mau menghadap bapak Bupati Pamekasan dan akan menyampaikan tuntutan itu dan juga akan melakukan pemanggilan pihak pabrikan untuk dilakukan evaluasi,” tutur Bambang Edy Suprapto, saat ditemui awak media usai demo.

4) Bakar Tembakau Rajangan
Sebelum membubarkan diri, mahasiwa dan petani yang melakukan demo membakar tembakau rajangan yang baru panen. Aksi bakar tembakau tersebut sebegai bentuk protes murahnya tembakau tahun 2019.

5) Janji Politik Bupati
Menurut Iklal, harga tembakau mahal merupakan bagian dari janji Bupati saat kampanye. Mahasiwa dan petani hanya ingin menagih janji Bupati agar ditepati.

Bahkan, Iklal dan kawan-kawan memutar kembali video Bupati saat menjanjikan harga tembakau tidak boleh murah.

Dalam video tersebut, Bupati Baddrut Tamam, mengampanyekan harga tembakau saat debat kandidat yang sisiarkan oleh salah satu televisi swasta.

Saat debat kandidatan yang berlangsung di hotel Odaita Pamekasan tahun 2018, Baddrut Tamam mendapatkan applause dari audiens karena berbicara komitmen terkait harga tembakau.

Baddrut Tamam menyampaikan akan mendorong pabrikan lokal untuk meningkatkan daya beli, daya produksi, baru kemudian membeli tembaku milik petani dengan harga mahal.

“Dan kebijakan inilah yang kemudian akan kita dorong di tahun akan datang (tahun ini). Artinya apa, ke depan tidak boleh ada lagi harga tembakau murah milik rakyat,” kata Baddrut Tamam saat debat kandidat 2018.

6) Demo Bayaran
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyebut demo mahasiwa dan petani tembakau tersebut adalah bayaran.

Baddrut Tamam menyebut demo bayaran itu saat menyampaikan sambutan di depan ratusan jamaah Pamekasan Bershalawat yang digelar Pemkab Pamekasan dalam rangka merayakan 1 Muharram 1441 Hijriyah, di lapangan Pendopo Ronggosukowati, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Potongan video sambutan Bupati Baddrut Tamam yang menyebut demo bayaran diposting laman resmi Pamekasan Hebat, bahkan saat ini viral di kalangan masyarakat Pamekasan.

Sebelum menyentil demo bayaran, Baddrut Tamam menyampaikan lima program prioritas pemerintah Kabupaten Pamekasan, lima program prioritas itu di dalamnya mendorong kesejahteraan, kemakmuran yang merata disemua desa, program yang tengah dirancang adalah kegiatan shalawat setiap bulan diseluruh desa di Kabupaten Pamekasan.

“Mak tadek sengocak sakalangkong, mun urusen program se bagus pas tak ngocak sakalangkong, bedeh rugi bekoh reng sorang, seademo ebejer ekebey cak kocaan maloloh, (Kok tidak ada yang menyampaikan terimakasih, kalau ada program yang bagus tidak ada yang mengucapkan terimakasih, tembakau rugi yang dialami satu orang, yang demo dibayar, jadi perbicangan terus,” kata Baddrut Tamam.

7) Bupati Baddrut Tamam Dipolisikan
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, dilaporkan ke Mapolres Pamekasan, Senin, 2 September 2019.

Politikus PKB tersebut dilaporkan oleh aktivis dan petani terkait sambutannya yang menyebut demo anjloknya harga tembakau di Pamekasan adalah bayaran.

Laporan aktivis dan petani diterima langsung oleh Kanit I SPKT Polres Pamekasan, Ajun Inspektur Polisi Satu, Arif Muzakki.

Aktivis Pamekasan, Iklal terpaksa melaporkan Bupati Baddrut Tamam karena dinilai melecehkan aktivis dan petani tembakau yang menyampaikan aspirasi waktu lalu.

Pernyataan Bupati menurut Iklal, tidak layak disampaikan ke publik. Apa lagi yang disampaikan merupakan fitnah, oleh karenanya, Iklal dan perwakilan petani melaporkan Bupati.

“Jika Bupati berani mengatakan peserta demo tembakau kemarin itu dibayar serta yang dirugikan hanya satu orang, maka harus berani pula untuk membuktikannya,” kata Iklal kepada awak media.

8) PAN Pamekasan Sesalkan Ucapan “Demo Bayaran” Bupati Baddrut
PAN Pamekasan menyangkan ucapan ‘Demo Bayaran’ Bupati Baddrut Tamam, terhadap aktivis mahasiswa dan petani yang menggelar aksi terkait anjloknya harga tembakau.

Ketua DPD Pamekasan, Heru Budi Prayitno mengatakan, harga tembakau tidak boleh murah merupakan rangkaian janji Bupati Baddrut Tamam, sehingga wajar jika mahasiswa dan petani menagih janjinya yang belum terealisasi.

“Kami (PAN) sebagai partai pengusung sangat menyesalkan atas ungkapan Bupati terhadap para pendemo yang mengatakan dibayar. Siapa yang membayara dan siapa yang dibayar harus jelas,” kata Heru Budi Prayitno,” Selasa, 3 September 2019.

Menurut Heru, Bupati semestinya menjelaskan kepada petani terkait harga tembakau yang dinilai anjlok, bukan malah menuduh demonstrasi bayaran.

“Jika Bupati tidak begitu paham persoalan pertembakauan, kan bisa memanggil perwakilan pabrikan untuk menjelaskan pada para pendemo yang didampingi Bupati dan instansi terkait,” ungkap Heru.

9) Ucapan Bupati Baddrut Tama Sering Kontroversi dan Blunder
Kata Heru, Bupati Baddrut Tamam sering melontokan ucapan kontroversi dan blunder, mulai dari tidak ada koalisi pasca dilantik, LSM demo minta sepeda motor, minta proyek, terbaru pendemo berbayar.

“Jadi kami meminta kepada bupati hentikan melontarkan pernyataan yangg membuat polemik di Pamekasan,” terang Heru.

10) Bupati Baddrut Tamam Belum Buka Suara
Bupati Baddrut Tamam belum buka suara terkait aspirasi mahasiswa dan petani yang menagih janji politiknya soal harga tembakau tidak boleh murah, Bupati juga tidak merespons laporan yang dilayangkan mahasiswa dan petani kepolisi terkait ‘Demo Bayaran’.

Koranmadura.com telah berusaha mendapatkan konfirmasi dari politikus PKB tersebut melalui pesan singkat.(RIDWAN/DIK)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional