Menu

Viral Kondektur Vs Emak-emak di Dalam Bus, Apa yang Terjadi?

Viral Kondektur Vs Emak-emak di Dalam Bus, Apa yang Terjadi?
Tangkapan layar video kondektur ribut dengan wanita penumpang bus Batik Solo Trans (BST). -- Foto: Istimewa

KORANMADURA.com – Video yang menayangkan peristiwa kondektur ribut dengan seorang emak-emak penumpang bus viral di media sosial. Peristiwa itu ternyata terjadi di dalam bus Batik Solo Trans (BST) koridor 2, jurusan Kartasura-Palur.

Baca: Tak Terima Ditegur, Seorang Pemuda di Kangean Aniaya Tetangganya

Direktur PT BST, Sri Sadadmojo, membenarkan kejadian tersebut berada di dalam BST. Peristiwa berlangsung pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun menurutnya, video yang beredar tidak utuh. Kondektur seorang pria berinisial RD (21) itu disebutnya membalas perlakuan tidak mengenakkan dari penumpang wanita.

Baca: Brigpol Dewa Gede Alit Diduga Meninggal Akibat Tekanan dari Luar, Ini Penjelasan Polda Jatim

“Penumpang itu naik dari UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) ke RS DKT Slamet Riyadi. Harusnya bayar Rp 4.500 tetapi hanya bayar Rp 3.000,” kata Sadad, Jumat (6/9/2019).

Ketika dimintai kekurangan bayar, wanita tersebut malah marah-marah. Bahkan penumpang itu memukulkan tas plastik bawaannya ke muka kondektur.

“Mungkin emosi ya, karena dipukul oleh penumpang itu. Makanya dia mendorong ibu itu sampai cekcok,” kata dia.

Baca: Hasil Pengembangan Kasus SDN 2 Banyuanyar, Kejari Tahan Pengepul Fee Proyek

Setelah itu, RD langsung diam dan kembali menghadap ke depan. Sedangkan penumpang itu masih terus memarahi RD. Terdengar pula penumpang lain mencoba meredam situasi dengan meminta RD agar mengalah saja.

Manajemen BST pun menskors RD selama sepekan. Sadad menilai bus BST merupakan pelayanan publik sehingga apapun yang terjadi petugas harus ramah kepada penumpang.

“Sanksi berupa surat peringatan dan skorsing itu akan dilengkapi pembinaan kepada saudara RD selama sepekan,” ujar Sadad.

Baca: Perempuan yang Meninggal di Area Terminal Sampang Ternyata Warga Omben

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Taufiq Muhammad, mengatakan telah memanggil pihak manajemen dan kondektur tersebut. Dishub meminta kejadian tersebut tidak terulang.

“Sudah kami panggil, kami minta jika melakukan kesalahan ya diberi sanksi. Selebihnya kami minta maaf kepada seluruh masyarakat atas peristiwa ini,” ujarnya.
(detik.com/ROS/VEM)

Baca: Moh Rahem Dicoret dari Bacalon Kades Proppo, Pendukung Luruk Kantor DPRD Pamekasan

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional