Menu

Waduh! Heboh Kadis Cium Staf Saat Selfie

Waduh! Heboh Kadis Cium Staf Saat Selfie

KORANMADURA.com – Kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang Kadis (Kepala Dinas) dan staf sedang hangat jadi perbinncangan. Masalah ini berawal ketika Kadis Pemkab Jeneponto, Sulawesi yang meminta bawahan wanitanya datang ke ruangan untuk selfie. Ketika itu, Kadis S tersebut malah mencium staf J.

Staf J pun telah melaporkan peristiwa yang dianggap pelecehan seksual ini. Psikolog Nirmala Ika K., M.Psi.,Psi. pun mengungkap bahwa plecehan seksual di lingkup profesional mungkin banyak terjadi. Namun sering kali ada perasaan tidak nyaman dari korban untuk menuntut apalagi jika pelakunya memiliki posisi lebih tinggi sehingga jarang dilaporkan.

Nirmala lanjut menjelaskan bahwa pelecehan seksual merupakan tindakan terhadap orang lain berupa perhatian seksual yang tidak diminta, tidak diinginkan dan tidak diterima oleh si penerima perlakuan. Menurutnya, dampak dari pelecehan pun bisa beragam dan sangat tergantung penghayatan dan nilai penerima. Selain berupa sentuhan, pelecehan juga bisa berwujud verbal dan nonverbal.

“Verbal bisa berupa melontarkan komentar bernada seksual, menceritakan candaan berbau seksual, melontarkan ejekan mengenai jenis kelamin, cat calling, dan lain-lain. Nonverbal berupa menampilkan materi seksual yang eksplisit misalnya lewat pesan singkat, email, menunjukkan langsung dengan bahasa tubuh bernuansa seksual, atau membuat kode-kode dengan gestur seksual.

“Sedangkan fisik bisa berupa menyentuh, mencubit, membelai meremas, mengusap, memegang, dan lain-lain,” ujarnya.

Ketika menerima perlakuan seperti ini, apa yang harus dilakukan? “Pertama, kita harus berani menyatakan tidak kepada org yang melakukan dan tunjukkan bahwa kita tidak bisa menerima perbuatan tersebut. Kedua, bila perbuatan terus berlanjut, laporkan kepada pihak-pihak perusahaan yang berkepentingan dengan hal tersbut. Beberapa perusahaan punya layanan pengaduan untuk hal ini.

“Ketiga bila perusahaan tidak memiliki mekanisme penanganan terhadap peristiwa tersebut maka dapat melaporkan kepada pihak berwenang (kepolisian),” kata Nirmala. (detik.com/ROS/VEM)

Facebook Comments

Editor:
KOMENTAR

KORAN MADURA

PAMANGGI

KORAN MADURA

LAPORAN KHUSUS

ADVERTISEMENT




error:

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional