SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap PT Sumekar, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini mengelola transportasi laut. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul kondisi keuangan perusahaan yang dinilai belum stabil.
Kepala Bagian Perekonomian, Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep, Dadang Deddy Iskandar menyebutkan, kondisi PT Sumekar saat ini cukup memprihatinkan sehingga memerlukan langkah serius dan terukur.
“Kami sudah lakukan pembinaan, termasuk kepada semua jajaran direksi. Kami juga meninjau langsung kondisi kapal dan armada yang saat ini dimiliki,” kata Dadang, sapaan akrab Kabag ESDA Sumenep, Jumat, 16 Mei 2025.
Menurut dia, meski PT Sumekar telah mendapat sokongan berupa subsidi dari Pemkab, namunkinerja dan keuangan perusahaan masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Karena itu, pihaknya menyiapkan langkah strategis agar BUMD tersebut tidak terus-terusan menjadi beban daerah.
“Salah satu langkah yang kami wacanakan adalah melakukan pergantian direksi agar pengelolaan BUMD ini bisa lebih profesional dan sesuai harapan,” ujarnya.
Selain itu, salah satu armada PT Sumekar yang dinilai sudah tidak layak operasi dan membutuhkan biaya perawatan cukup besar, menjadi bahan pertimbangan dalam upaya efisiensi.
“Armada yang tua tentu membutuhkan anggaran perawatan yang besar. Karena itu, langkah efisiensi juga menyasar jumlah karyawan agar tidak semakin membebani keuangan perusahaan,” jelasnya.
Selebihnya, Dadang menyebut bahwa evaluasi dan pembinaan tidak hanya dilakukan terhadap PT Sumekar, tetapi juga terhadap lima BUMD lain di bawah naungan Pemkab Sumenep.
“Kalau memang direksi tidak mampu menjalankan roda perusahaan, maka harus siap dirotasi, bahkan mundur. Nanti akan ada pakta integritas untuk memastikan komitmen tersebut,” tegasnya.
Pemkab berharap langkah pembinaan ini mampu menstabilkan operasional BUMD dan mendorong kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta peningkatan pelayanan publik.
“Harapan kami, BUMD bisa terus berinovasi dan memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat, sekaligus berkontribusi nyata untuk daerah,” tambahnya. FATHOL ALIF











