SAMPANG, koranmadura.com – Kondisi sarana olahraga panjat tebing (wall climbing) di Sampang Sport Center (SSC), Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, kian memprihatinkan. Besi-besi penyangga mulai berkarat, sementara tali pengaman atau karmantel tak lagi layak pakai. Situasi ini dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan para atlet.
Menanggapi hal tersebut, pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Sampang mendatangi Komisi IV DPRD Sampang, Senin, 16 Juni 2025. Dalam audiensi tersebut, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk segera menganggarkan biaya perawatan wall climbing serta pengadaan alat penunjang latihan.
“Kami ke kantor DPRD hanya melakukan audiensi dan menyampaikan kondisi sarana wall climbing. Dan kami ini hanya memperjuangkan keselamatan para atlet, karena kondisinya sangat berpotensi mengancam keselamatan para atlet. Kami berharap kepada pemkab agar bisa dianggarkan pada Perubahan Anggaran 2025 ini,” tegas Ketua FPTI Sampang, Mahardika Surya Arbianto kepada koranmadura.com, Selasa, 17 Juni, 2025.
Lanjut Ardi sapaan karibnya menyatakan, untuk kondisi wall climbing yang ada saat ini yaitu besi penopangnya semua sudah berkarat. Kemudian sarana peralatan panjat tebing khususnya tali karmantel atau tali pengaman yang menjadi nyawa pemanjat sudah mulai tidak layak digunakan lagi.
“Kondisinya memang butuh perhatian khusus dari Pemkab Sampang yang selama ini terkesan tutup mata,” kritiknya.

Hingga saat ini upaya perbaikan masih terkendala anggaran. Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang, H. Marnilem, mengungkapkan pihaknya sudah mengajukan anggaran perawatan sejak 2024, namun belum pernah disetujui hingga anggaran tahun 2025.
“Perawatan wall climbing ini sebenarnya menjadi salah satu skala prioritas kami. Tetapi perjuangan kami agar bisa dianggarkan tidak pernah disetujui sejak tahun anggaran 2024 lalu hingga saat ini. Kami juga berharap kepada Komisi IV juga turut memperjuangkan penganggaran perawatan ini agar bisa disetujui tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), Bapelitbangda, dan BPPKAD,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud menegaskan jika pihaknya siap untuk mengawal pengajuan anggaran perawatan wall climbing. Dirinya meminta kepada pihak Disporabudpar Sampang agar dijadikan skala prioritas karena panjat tebing olahraga yang menyangkut dengan nyawa atlet.
“Setelah melihat foto kondisi besi wall climbing yang sudah berkarat, dan tali pengaman sudah aus dan tidak layak digunakan. Kami tetap akan memperjuangkan agar bisa dianggarkan pada PAK tahun ini. Karena ini sudah menyangkut keamanan dan keselamatan para atlet,” janjinya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Disporabudpar Sampang, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Bidpora), serta Kasi Sarana dan Prasarana Bidpora. Namun disayangkan, perwakilan dari KONI Sampang tidak hadir meski sudah diundang oleh DPRD. (MUHLIS/DIK)











