SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mendorong agar Koperasi Merah Putih tidak bergantung pada modal pinjaman dalam menjalankan usaha.
Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ini menyebut, permodalan koperasi Merah Putih bisa melalui dua sumber, yaitu internal dan eksternal.
“Dari internal bisa simpanan pokok, simpanan wajib, maupun sumber lain yang sifatnya tidak mengikat di internal,” kata Ramli.
Sementara dari eksternal bisa melalu kredit dari perbankan atau penyertaan modal. Namun, dia mengingatkan agar modal pinjaman tidak dijadikan sebagai tumpuan.
“Saya terus memberikan pemahaman agar tidak hanya tergantung pada modal pinjaman. Sebab itu wajib dikembalikan,” ujarnya.
Sementara mengenai jenis usaha yang bisa dijalankan, dia menekankan agar koperasi Merah Putih dapat menyesuaikan dengan potensi di desa masing-masing, dan tidak harus bergerak di sektor simpan pinjam.
“Dorongan kami agar benar-benar sesuai dengan potensi desa masing-masing,” tambahnya. (FATHOL ALIF/DIK)











