SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025–2026.
Di tahap awal, sekolah rakyat di Sumenep hanya akan membuka dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD dan dua rombel untuk jenjang SMP.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Mustangin, menyampaikan bahwa program ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“InsyaAllah antara Juli dan Agustus ini sudah mulai berjalan. Tahun ajaran baru nanti ditargetkan ada dua rombel untuk SD dan dua rombel untuk SMP,” ujar Mustangin.
Dia menambahkan, pada tahap awal pihaknya menargetkan kuota masing-masing sebanyak 50 siswa untuk tingkat SD dan 50 siswa untuk tingkat SMP.
“Anak-anak yang masuk adalah mereka yang berasal dari keluarga miskin, yang masuk dalam basis data DTSEN,” tegasnya.
Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari gagasan Presiden Prabowo dalam menjamin akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan asrama sebagai tempat tinggal siswa, dan semuanya tidak dipungut biaya alias gratis. FATHOL ALIF











