BANGKALAN, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, akan melaksanakan tes urin massal bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut setelah terungkapnya kasus pesta sabu yang melibatkan sejumlah pegawai pemerintahan.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan birokrasi. Menurutnya, tes urin akan dilakukan dalam waktu dekat dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Dalam bulan ini ada penataan semua pegawai, termasuk pelaksanaan tes urin bagi semua pegawai Pemkab Bangkalan. Nanti kami akan bekerjasama dengan BNN” kata dia, Senin, 18 Agustus 2025.
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh ASN bekerja profesional dan bebas dari narkoba.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh aparatur bekerja dengan integritas dan bersih dari narkoba. Ini bukan hanya untuk penegakan disiplin, tapi juga demi pelayanan publik yang maksimal,” tambahnya.
Bupati juga menegaskan bahwa jika ada pegawai yang terbukti positif narkoba, sanksi tegas akan diberikan, mulai dari pembinaan hingga pemecatan, sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan ASN yang berlaku.
“Langkah kita harus tegas terhadap ASN yang positif narkoba. Hal ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah,” pungkasnya.
Diketahui, polisi berhasil grebek pesta sabu di kantor Camat Modung. Polisi berhasil menangkap 3 pelaku. Ketiganya bernama Syaifullah (40), anggota KONI Bangkalan, Wirjono Teguh Widjajanto (54) sebagai ASN dan Heri Pribadi (42) sebagai THL.
Hasil dari pengembangan dari penggrebekan tersebut, polisi juga berhasi menangkap 3 pelaku lainnya yang diantaranya diduga kuat sebagai pengedar barang haram. Ketiganya bernama Moh. Ali Noval, Wahyu Ila, dan Baktiar. (MAHMUD/DIK)











