BANGKALAN, koranmadura.com – Sebanyak 281 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kini mati suri pasca launching serentak pada 16 Juli 2025 di Gedung Rato Ebuh Bangkalan.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Bangkalan, Moh Rasuli, mengungkapkan bahwa sejak dilaunching dua bulan lalu, belum ada koperasi yang aktif menjalankan usaha maupun mengakses pinjaman modal ke Himpunan Bank Negara (Himbara).
“Hingga saat ini belum ada yang aktif, belum ada yang mengakses pinjaman modal ke Himbara juga, karena petunjuk teknisnya belum ada,” katanya, Selasa, 2 September 2025.
Menurut Rasuli, dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan, disampaikan bahwa pendanaan koperasi Merah Putih nantinya akan bersumber dari Himbara dan Danantara. Namun, petunjuk teknis untuk pelaksanaan di daerah masih menunggu kejelasan.
“Kalau bergerak tanpa petunjuk teknis kami takut salah. Sebenarnya ada koperasi yang sudah memiliki perencanaan usaha,” tuturnya.
Hal senada disampaikan MR, salah seorang pengurus Koperasi Merah Putih di Kecamatan Kamal. Ia menilai, pembentukan koperasi desa tersebut terkesan terburu-buru. Sebab, semua desa diminta segera membentuk tanpa sosialisasi yang detail.
“Kami hanya diminta segerakan membentuk koperasi di desa. Padahal, pendanaan modalnya belum jelas. Jadi, sekarang banyak yang tidak aktif,” tuturnya. (MAHMUD/DIK)











