BANGKALAN, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, menggagas program beasiswa bertajuk “Satu Mahasiswa untuk Satu Desa”. Program inovatif ini diperkenalkan dalam Rapat Koordinasi Inovasi Daerah yang digelar di Pendopo Agung Bangkalan, Rabu, 15 Oktober 2025.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim menjelaskan, inovasi tidak selalu berkaitan dengan teknologi, melainkan juga kebijakan yang berpihak pada pembangunan manusia. Salah satunya diwujudkan melalui pemberian beasiswa bagi satu pemuda dari setiap desa di Bangkalan.
“Inovasi adalah kunci membangun Bangkalan. Dengan beasiswa ini, kami ingin membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi anak-anak desa,” ujar Lukman Hakim.
Program ini menyasar 281 desa dan kelurahan di Bangkalan sebagai langkah strategis membangun sumber daya manusia unggul dari pelosok daerah. Pemkab juga tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur untuk merealisasikan program tersebut.
“Langkah ini dinilai sebagai terobosan strategis dalam memperkecil kesenjangan pendidikan antara desa dan kota,” ujar dia.
Pria kader PDI Perjuangan menambahkan, selain meningkatkan kualitas SDM, program ini juga diharapkan mendorong tumbuhnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan desa asal mereka.
“Melalui beasiswa ini, kami berharap mahasiswa yang lulus bisa mengabdi di desa masing-masing untuk kemajuan desanya,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, mengapresiasi langkah Pemkab Bangkalan. Ia menilai inovasi daerah seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Inovasi harus memenuhi kriteria, yaitu membawa pembaruan, memberi manfaat nyata, tidak membebani masyarakat, dan dapat direplikasi. Program sektor pendidikan yang diinisiasi Pemkab cukup bagus,” jelas Yusharto. (MAHMUD/DIK)











