PAMEKASAN, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengklaim bahwa tren kasus campak di wilayahnya mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Penurunan ini disebut sebagai hasil dari upaya penanganan intensif, termasuk percepatan program Imunisasi Tambahan Serentak (ITAS) campak.
Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin, mengungkapkan bahwa capaian imunisasi campak di daerahnya hingga kini belum memenuhi target nasional Kementerian Kesehatan RI, yaitu 95 persen. Berdasarkan data terbaru, capaian imunisasi baru mencapai 91,4 persen, atau 56.151 anak dari total sasaran 61.437 anak.
“Dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, kami saat ini sudah mencapai 91,4 persen,” ujarnya, Kamis, 20 November 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan imunisasi dilakukan di seluruh posyandu dan puskesmas di tingkat kelurahan, kampung, hingga distrik. Program yang dimulai sejak September tersebut terus digencarkan untuk mengejar ketertinggalan cakupan.
Menurut Saifudin, sejak minggu ke-39—yang merupakan puncak tingginya kasus campak di Pamekasan—tren suspek campak kini menunjukkan penurunan. Meski demikian, dampak dari lonjakan kasus sebelumnya masih dirasakan hingga kini.
“Kasus campak memang mulai menurun. Namun untuk dampaknya, kami masih mencatat adanya pasien yang menjalani perawatan,” jelasnya.
Ia merinci, sejauh ini terdapat 12 pasien meninggal dunia akibat campak, sementara 13 pasien lainnya masih menjalani perawatan di RSUD serta sejumlah puskesmas.
“Untuk imunisasi masih kami lanjutkan melalui program Imunisasi kejar,” ujarnya. (SUDUR/DIK)











