BANGKALAN, koranmadura.com – Kabar membanggakan datang dari Pulau Madura. Ulama kharismatik asal Bangkalan, Syaikhona Muhammad Kholil, resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Pengumuman ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, pada 10 November 2025.
Penetapan ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Madura, khususnya Bangkalan. Pemerintah menilai, jasa besar Mbah Kholil dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan karakter bangsa layak mendapat penghargaan tertinggi dari negara.
Dikenal dengan sapaan Mbah Kholil, ulama kelahiran Bangkalan pada kisaran tahun 1820-an ini merupakan sosok penting dalam sejarah keislaman dan kebangsaan Indonesia. Ia dikenal memiliki pengaruh besar di dunia pesantren serta menjadi guru dari banyak tokoh nasional, di antaranya KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Melalui pesantren yang didirikannya di Bangkalan, Mbah Kholil menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan cinta tanah air kepada para santrinya. Banyak di antara mereka yang kemudian menjadi pejuang kemerdekaan dan tokoh penting dalam perjalanan bangsa.
Anggota DPR RI dari Dapil Madura, Syafiuddin Asmoro, menyambut penuh syukur atas penetapan tersebut. Ia menyebutnya sebagai kado istimewa bagi masyarakat Bangkalan dan seluruh warga Madura.
“Ini bukan hanya penghormatan kepada sosok ulama besar, tapi juga pengakuan terhadap peran Bangkalan dalam sejarah perjuangan bangsa. Mbah Kholil adalah simbol ilmu, perjuangan, dan keikhlasan,” ujar dia.
Menurut Syafiuddin, perjuangan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional bagi Mbah Kholil telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Proses itu melibatkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Fraksi PKB DPR RI, masyarakat, kalangan pesantren, hingga pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, Mbah Kholil sudah dapat gelar Pahlawan Nasional. Usaha kita semua terkabulkan. Kami dari fraksi PKB sangat bersyukur,” tambahnya.
Selain dikenal sebagai ulama berilmu tinggi, Mbah Kholil juga diyakini memiliki karomah dan keteladanan yang luar biasa. Pengaruhnya meluas jauh melampaui Madura, menjadikannya sebagai sosok panutan bagi generasi ulama berikutnya di Indonesia.
Melalui pesantren yang didirikannya di kabupaten paling barat pulau Madura, beliau mendidik banyak santri yang kelak menjadi tokoh besar dalam pergerakan nasional dan perjuangan kemerdekaan.
Salah satu muridnya yang paling dikenal adalah KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Pengaruh Mbah Kholil terhadap arah perjuangan bangsa sangat besar, terutama dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan cinta tanah air. (MAHMUD/DIK)











