BANGKALAN, koranmadura.com – Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, masih tergolong tinggi. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bangkalan mencatat sedikitnya enam kecamatan menjadi wilayah dengan kasus narkoba tertinggi sepanjang tahun 2025.
Data tersebut dihimpun berdasarkan hasil pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan Polres Bangkalan selama tahun 2025 di seluruh kecamatan yang masuk dalam wilayah hukumnya. Dari hasil tersebut, aparat kepolisian menemukan adanya peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, menyampaikan bahwa enam kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi di antaranya Kecamatan Kota Bangkalan dengan 45 kasus dan Kecamatan Socah sebanyak 41 kasus.
Selain itu, Kecamatan Kamal tercatat sebanyak 20 kasus, Kecamatan Sukolilo 21 kasus, Kecamatan Burneh 14 kasus, serta Kecamatan Tanjung Bumi dengan 13 kasus narkoba yang berhasil diungkap aparat kepolisian.
“Sepanjang tahun 2025 ini, kami telah mengungkap sebanyak 212 kasus narkoba yang tersebar di seluruh kecamatan di Bangkalan,” kata dia, Senin 29 Desember 2025 saat jumpa pers di Mapolres setempat.
Hendro, sapaan akrab AKBP Hendro Sukmono, menjelaskan bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup tajam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 124 kasus narkoba.
“Ini menunjukkan adanya kenaikan kasus, namun sekaligus menjadi bukti komitmen kami dalam memberantas peredaran narkoba di Bangkalan,” ujarnya.
Dari ratusan kasus yang berhasil diungkap tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan berbagai barang bukti narkotika dengan jumlah yang tidak sedikit.
“Barang bukti yang kami amankan antara lain 1.843 gram sabu, 132 butir ekstasi, serta 84 gram ganja,” jelas Hendro.
Menurutnya, capaian pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukumnya tidak lepas dari kerja keras serta dedikasi seluruh jajaran kepolisian yang bertugas di lapangan, baik dalam kegiatan penyelidikan maupun penindakan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan dedikasi anggota dalam memerangi narkoba,” tegasnya.
Lebih lanjut, perwira menengah berpangkat ajun komisaris besar polisi itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Dzikir dan Shalawat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
“Saya mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tokoh blater untuk bersama-sama memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi muda,” pungkasnya. (MAHMUD/DIK)











