SAMPANG, koranmadura.com – Aksi pencurian di wilayah hukum Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kian marak dan meresahkan masyarakat.
Terbaru, kasus pencurian sepeda motor terekam kamera pengawas Closed-Circuit Television (CCTV) di area parkir depan salah satu kantor jasa pengiriman barang di Jalan Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Kamis pagi, 29 Januari 2026.
Rekaman pencurian tersebut kemudian viral dan menyebar luas melalui media sosial WhatsApp. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik itu, terlihat seorang pria mengenakan kaos berwarna kuning dan hijau army lengan panjang, mengendarai sepeda motor merah, mendatangi sepeda motor yang terparkir di depan kantor jasa pengiriman barang.
Dalam rekaman CCTV itu, pelaku yang mengenakan kaos hijau army lengan panjang, topi, dan masker, tampak turun dari kendaraannya dan mengendap-endap menuju sepeda motor matic yang disebut-sebut milik salah satu karyawan. Tak butuh waktu lama, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor tersebut.
Kapolsek Jrengik, AKP Sunarno, membenarkan adanya peristiwa kehilangan sepeda motor milik salah satu karyawan di kantor jasa pengiriman tersebut.
“Iya benar, tapi pemilik tidak melaporkan peristiwa kehilangan sepeda motornya kepada kami,” ujarnya.
AKP Sunarno menambahkan, peristiwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 05.17 WIB.
“Tadi anggota kami sudah ke lokasi dan tetap melakukan penyelidikan. Sepeda motor yang hilang itu milik karyawan JNT, merek Honda Beat warna hitam,” pungkasnya.
Maraknya aksi pencurian ini turut dikeluhkan warga Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik. Salah satunya, Beni, yang menyebut tindak kriminal di wilayahnya kerap berulang, termasuk pencurian hewan ternak.
“Pada rentang September hingga Desember 2025 lalu, sudah ada tiga sepeda motor yang hilang. Awal tahun lalu, sepeda motor saya juga pernah hilang. Artinya, di Desa Plakaran ini sering terjadi pencurian. Kami berharap pihak kepolisian lebih aktif melakukan patroli ke bawah untuk mengurangi tindak kejahatan di desa-desa wilayah Kecamatan Jrengik,” ujarnya. (MUHLIS/DIK)











