BANGKALAN, koranmadura.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Pro Keadilan menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Bangkalan, Madura, hingga Polda Jawa Timur, Rabu, 14 Januari 2026.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum lora di Pondok Pesantren Nurul Karomah, Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan.
Koordinator aksi, Nur Hidayah, menyampaikan bahwa demonstrasi ini bertujuan menuntut keadilan bagi santriwati yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum lora Pondok Pesantren Nurul Karomah.
“Kami mendesak aparat agar korban segera ditemukan dan dikembalikan dalam kondisi selamat. Jangan sampai ada hal buruk yang menimpa korban,” ujar Nur Hidayah di sela-sela aksi.
Dalam tuntutannya, massa mendesak Polda Jawa Timur segera menangkap terduga pelaku pencabulan berinisial S. Selain itu, mereka meminta kepolisian mengusut dugaan intimidasi, persekusi, hingga penculikan terhadap korban.
Aksi tersebut juga menyoroti kemungkinan keterlibatan pihak lain. Massa meminta penyelidikan mendalam terhadap pengasuh pondok pesantren serta pihak keluarga yang diduga mengetahui atau turut terlibat dalam kasus tersebut.
“Kami tidak akan berhenti mengawal perkara ini sampai lora S ditangkap dan diproses secara hukum, menyusul kakaknya yang berinisial UF,” tegas Nur Hidayah.
Sementara itu, penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKP Imam Munadi, menyatakan bahwa kepolisian berkomitmen mempercepat penanganan kasus tersebut sesuai dengan arahan Kapolda Jawa Timur.
“Kami berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, cepat, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya singkat. (MAHMUD/DIK)











