SAMPANG, koranmadura.com – Fenomena minimnya jumlah siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali ditemukan. Tidak hanya terjadi di SDN 1 Batuporo Timur, kondisi serupa kini juga dialami SDN 2 Pasarenan, Kecamatan Kedungdung.
Di sekolah tersebut, jumlah siswa yang aktif tercatat hanya sebanyak 13 orang. Kondisi ini menambah daftar SD Negeri di Sampang yang mengalami kekurangan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Nor Alam, saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut. Namun, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi di lapangan.
“Soal SDN 2 Pasarenan, saya masih belum mengetahui pasti kondisinya. Kemarin, Pak Yusuf sudah turun ke bawah. Silakan langsung konfirmasi ke beliau,” ujarnya singkat, Sabtu, 31 Januari 2026.
Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Sampang, Yusuf, menjelaskan bahwa berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah siswa di SDN 2 Pasarenan, Kecamatan Kedungdung, memang tercatat sebanyak 13 siswa. Sementara itu, jumlah tenaga pendidik mencapai tujuh guru dan satu kepala sekolah.
Meski demikian, pihaknya masih akan melakukan pengecekan ulang guna memastikan keakuratan data, karena dikhawatirkan terdapat data residu.
“Insyaallah minggu depan, setelah program diseminasi Disdik dan verval data, kami akan datang untuk memastikan kembali,” jelasnya.
Saat disinggung apakah permasalahan yang terjadi sama dengan kasus SDN 1 Batuporo Timur, Yusuf menegaskan bahwa keduanya berbeda. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 2 Pasarenan masih berjalan normal, meskipun tingkat kehadiran siswa tidak selalu penuh.
“Tidak sama, siswa tetap masuk, tetapi per harinya tidak selalu lengkap 13 siswa. Mungkin ada yang izin dan lain-lain,” ujarnya. (MUHLIS/DIK)










