SAMPANG, koranmadura.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, resmi membuka program pelatihan kerja berbasis kompetensi. Langkah ini diambil sebagai respons atas terbatasnya lapangan kerja lokal sekaligus upaya menekan potensi lonjakan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Program ini menyasar para pencari kerja produktif yang belum terserap oleh dunia industri, dengan tujuan membekali mereka keterampilan hard skill yang siap pakai.
Kepala Bidang Pelatihan dan Hubungan Industrial Disnaker Sampang, Ervien Budi Jatmiko, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini mencakup empat kejuruan yang disesuaikan dengan potensi usaha daerah.
“Keempat kejuruan tersebut meliputi servis sepeda motor, desain grafis, menjahit, serta pembuatan roti dan kue,” jelasnya, Jumat, 30 Januari 2026.
Ervien menambahkan, seluruh kurikulum pelatihan dirancang berbasis kompetensi kerja yang terukur. “Langkah ini dinilai strategis untuk membekali peserta agar siap terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha mandiri,” tambahnya.
Terkait pendanaan, program ini didukung oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan total anggaran mencapai Rp900 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk biaya operasional pelatihan, honor instruktur, hingga pengadaan sarana dan bahan praktik.
“Pelatihan direncanakan berlangsung dalam tiga tahap sepanjang tahun ini. Untuk tahap pertama, kami menerima peserta sebanyak 64 orang,” pungkasnya. (Muhlis/fine)










