BANGKALAN, koranmadura.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, akan melakukan sinkronisasi data Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) guna menyeleksi penerima manfaat program Universal Health Coverage (UHC).
Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, mengatakan anggaran UHC tahun 2026 sebesar Rp51 miliar. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp55 miliar atau berkurang Rp4 miliar. Dengan kondisi itu, penerima manfaat UHC akan diseleksi secara lebih efektif dan efisien.
“Ada beberapa strategi yang akan kami lakukan, salah satunya dengan sinkronisasi data Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID),” katanya, Senin, 2 Januari 2026.
Apabila dalam pelaksanaan program nantinya terjadi kekurangan anggaran, pemerintah daerah akan berupaya memenuhinya melalui mekanisme Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada akhir tahun anggaran.
“Ini kan salah satu program prioritas Bupati, untuk memastikan akses pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi yang membutuhkan,” tutupnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangkalan memproyeksikan anggaran UHC sebesar Rp51 miliar mampu meng-cover bantuan layanan kesehatan bagi sebanyak 82.759 jiwa. (MAHMUD/DIK)










