PAMEKASAN, koranmadura.com – Pelayanan Puskesmas Galis, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dikeluhkan warga.
Seorang warga bernama Fariyadi mengaku anaknya yang masih berusia empat tahun setengah diduga tidak mendapatkan pelayanan semestinya saat hendak berobat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Fariyadi membawa anaknya, ADS (4), ke Puskesmas Galis karena mengalami demam tinggi.
Setibanya di lokasi, ia langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena cemas dengan kondisi anaknya. Namun, menurut pengakuannya, ia diminta untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum dilakukan pemeriksaan.
“Saya langsung masuk IGD karena sudah cemas melihat kondisi anak saya yang demamnya tinggi dan meminta tolong kepada perawat agar segera diperiksa. Namun, saya disuruh daftar terlebih dahulu sebelum diperiksa,” ujarnya, Rabu, 11 Februari 2026.
Fariyadi juga mengeluhkan sikap petugas yang dinilai kurang ramah dan terkesan judes terhadap pasien maupun pengunjung. Bahkan, dalam video yang sempat direkamnya, terlihat sejumlah ruangan pasien dalam kondisi kosong, sementara petugas tampak santai.
“Saya sangat kecewa terhadap pelayanan Puskesmas Galis yang kurang ramah dan terkesan judes. Apakah karena saya memakai BPJS sehingga anak saya diabaikan? Saat direkam dalam video pun mereka terlihat santai seolah tidak terjadi apa-apa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keluhan terhadap pelayanan Puskesmas Galis bukan hanya dirasakan dirinya. Sejumlah warga lain, kata dia, juga mengaku pernah mengalami hal serupa.
“Ini menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat. Kami berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Galis, Alfan Jauhari, memberikan klarifikasi terkait keluhan tersebut. Ia menjelaskan, pasien datang ke UGD saat jam pelayanan aktif, yakni pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Sesuai prosedur, pasien diarahkan ke poli untuk mendapatkan pelayanan.
“Pasien itu datang ke UGD karena jam pelayanan masih aktif, dari pukul 07.00 sampai 14.00. Semua pelayanan harus melalui poli, jadi diarahkan ke poli,” jelasnya.
Menurutnya, keluarga pasien diarahkan untuk mendaftar terlebih dahulu, sementara pasien yang berusia di bawah lima tahun diarahkan ke layanan MTPS. Setelah mendaftar, pasien mendapatkan nomor urut 02 dan harus menunggu karena petugas masih melayani pasien nomor urut 01.
“Setelah melayani pasien nomor urut 01, kami memanggil nomor 02 untuk dilayani, tetapi ternyata sudah tidak ada di tempat,” terangnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pengamatan petugas, kondisi umum pasien saat itu dinilai masih baik dan bisa berjalan sendiri. Bahkan, disebutkan pasien sempat merengek meminta pulang.
Terkait keinginan keluarga pasien untuk masuk lebih dulu, pihak puskesmas tidak memperkenankan karena harus mengikuti antrean sesuai nomor urut.
“Atas kejadian ini, kami mohon maaf kepada masyarakat Galis khususnya. Ini menjadi masukan bagi kami untuk berbenah dan meningkatkan pelayanan. Hal ini akan kami tindak lanjuti agar Puskesmas Galis bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (SUDUR/DIK)











