BANGKALAN, koranmadura.com – Konser Valen di Bangkalan pada Sabtu, 14 Februari 2026 menuai kekecewaan dari pelaku UMKM. Sejumlah penyewa stan mengaku merugi karena sepinya pengunjung, meski telah membayar biaya sewa yang tidak sedikit kepada panitia.
Salah satu penyewa stan UMKM Barsid Durian, berinisial F, mengaku harus membayar Rp500 ribu per stan. Biaya itu disertai janji panitia bahwa penjualan akan maksimal karena konser diperkirakan dihadiri ribuan penonton.
Namun realitas di lapangan jauh dari harapan. F selaku penyewa stan menyebut bahwa jumlah penonton reguler yang hadir hanya sekitar 400 orang, jauh di bawah ekspektasi awal.
“Bocoran dari teman-teman di grup, penonton reguler itu hanya 400-an orang. Jadi yang lewat ke stan UMKM itu hanya penonton reguler,” ujarnya, Minggu, 15 Februari 2026.
Sementara itu, penonton VVIP disebut jauh lebih banyak, mencapai sekitar 1.500 orang. Masalahnya, jalur masuk penonton VVIP dan reguler dipisah, sehingga mayoritas penonton tidak melewati area stan UMKM.
“Awalnya kami khawatir karena jalurnya beda, tapi panitia bilang nanti ada akses VVIP ke UMKM. Faktanya tidak ada dan tidak maksimal,” kata F.
Kekecewaan makin bertambah karena penataan stan dinilai tak berpihak pada pedagang. Stan disusun saling berhadapan hingga membentuk empat arah, membuat jalur kedua, ketiga, dan keempat jarang dilewati pengunjung.
“Kalau orang masuk dari pintu reguler, langsung lewat jalur satu yang paling depan. Apalagi waktu itu hujan, jadi orang makin cepat lewat,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, Barsid Durian hanya mampu menjual satu bungkus dagangan selama konser berlangsung. Kerugian serupa, menurut F, juga dialami oleh banyak pelaku UMKM lain di dalam area konser.
“Kami sewa stan di dalam area konser, tapi di luar justru banyak yang jualan gratis tanpa sewa. Akhirnya kami yang di dalam malah rugi jutaan,” keluhnya.
Atas kejadian itu, para pelaku UMKM berharap ada tanggung jawab dari pihak panitia, khususnya Diyu Daksa Entertainment selaku event organizer (EO) konser Valen-time tersebut.
“Pihak panitia harus bertanggung jawab atas kerugian para UMKM, karena kami semua sudah sewa stan, namun dari panitia tidak maksimal ke kami,” kata dia.
Sementara itu, salah seorang panitia, Dony Pranata, mengatakan pihaknya sudah memberikan respons kepada para penyewa stan UMKM terkait keluhan yang mengaku tidak terjual secara maksimal.
“Terkait itu kami sudah menanggapi keluhan dari mereka sebagai penyewa,” kata dia melalui pesan aplikasi WhatsApp, Minggu 15 Februari 2026.
Namun saat ditanya terkait solusi yang akan diberikan kepada penyewa stan yang merugi tersebut, pihaknya selaku panitia mengaku belum ada jalan keluar. Dalam waktu dekat, kata dia, akan dilakukan pertemuan.
“Masih mau diadakan pertemuan pak,” katanya melalui pesan singkat. (MAHMUD/DIK)










