SAMPANG, koranmadura.com – Dalam rentang 10 hari ke depan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang meminta masyarakat setempat untuk tetap mewaspadai potensi ancaman cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Fajar Arif, menyampaikan bahwa imbauan tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Sidoarjo. Dalam siaran persnya, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di Jawa Timur diperkirakan berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 10-20 Februari 2026.
“Jadi, masyarakat kami imbau untuk tidak panik, namun tetap waspada terhadap adanya cuaca ekstrem,” katanya, Jumat, 13 Februari 2026.
Fajar Arif menjelaskan, cuaca ekstrem ini diakibatkan oleh aktifnya Monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer frekuensi rendah (low frequency) serta gelombang Rossby yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.
“Akibatnya, suhu muka air laut di perairan Selat Madura yang signifikan dan suhu atmosfer lokal yang juga masih labil memungkinkan serta mendukung terbentuknya awan konveksi dan berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya.
Untuk puncak musim penghujan, lanjut Fajar Arif, diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari 2026.
“Jadi kondisi saat ini masih berpotensi terjadinya cuaca ekstrem yang disertai petir dan angin kencang. Dampaknya seperti pohon tumbang, banjir, dan longsor masih berpotensi terjadi,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)










