SUMENEP, koranmadura.com – Fathimah International Elementary School (FIES) Sumenep meluncurkan program pemberdayaan ekonomi berbasis sekolah melalui usaha ternak ayam yang melibatkan langsung para wali murid.
Program ini diperkenalkan dalam kegiatan Halalbihalal bersama owner FIES, MH Said Abdullah, serta dihadiri jajaran sekolah dan seluruh wali murid, Selasa, 24 Maret 2026.
Sebagai langkah awal, pihak sekolah bersama wali murid menandatangani kerja sama (MoU) sebagai bentuk komitmen menjalankan program ternak ayam secara berkelanjutan.
Dalam skema program tersebut, setiap wali murid mendapatkan bantuan modal sebesar Rp600 ribu. Dana itu digunakan untuk membeli satu ekor ayam jantan dan tiga ekor ayam betina sebagai bibit awal usaha ternak yang akan dikelola di rumah masing-masing.
MH Said Abdullah menegaskan bahwa program ternak ayam ini merupakan bentuk sinergi antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga wali murid,” katanya.
Dia berharap, program tersebut bisa berkembang menjadi ekosistem ekonomi berbasis sekolah yang berkelanjutan dan memberi manfaat luas.
“Ini langkah awal. Jika dikelola dengan baik, bukan hanya membantu ekonomi keluarga siswa, tapi juga bisa mendukung pengembangan sekolah ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala FIES Sumenep, Rate Saftinindias, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan membantu ekonomi keluarga siswa, tapi juga dirancang sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
Ia mengatakan, konsep ini sejalan dengan visi sekolah dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini kepada para siswa.
“Setiap wali murid akan memelihara ayam di rumah. Kemudian, setiap enam bulan sekali, mereka berkewajiban menyerahkan satu anak ayam kepada pihak sekolah,” ujarnya.
Ayam yang terkumpul tersebut nantinya akan dikelola oleh sekolah dalam program lanjutan berbasis edukasi.
“Anak ayam yang diserahkan itu akan dirawat oleh sekolah dan menjadi bagian dari program edufarm yang melibatkan siswa secara langsung,” tambahnya.
Ia berharap program ini selain menambah penghasilan, juga menjadi sarana edukasi kewirausahaan yang aplikatif bagi siswa melalui konsep edufarm. (FARIS/FAT/DIK)










