BANGKALAN, koranmadura.com – Nasib nahas menimpa sebuah keluarga asal Kabupaten Jombang. Pasangan suami istri (pasutri) beserta anaknya yang masih balita menjadi korban tindak pidana penculikan dan penyekapan di wilayah Bangkalan, Madura.
Berdasarkan penuturan korban, Anjar, petaka ini bermula dari pusaran bisnis gelap jual beli rokok tanpa pita cukai (ilegal) antara dirinya dengan seorang warga Bangkalan berinisial NH. Dalam kesepakatan kerja sama tersebut, korban ditagih pembayaran sebesar Rp95 juta. Namun, Anjar baru mampu menyetor Rp70 juta, menyisakan utang Rp25 juta yang dijanjikan akan lunas dalam waktu sebulan.
“Karena saya belum punya uang untuk melunasi sisa utang itu, mereka nekat mendatangi rumah saya di Jombang pada Minggu, 1 Maret 2026,” ceritanya, Rabu, 4 Maret 2026.
Kedatangan terduga pelaku NH ternyata tak sendirian. Ia membawa komplotan berjumlah lima orang untuk menagih paksa uang tersebut. Lantaran korban menyatakan belum sanggup membayar, komplotan pelaku secara bringas menganiaya istri korban, ZR (25), bahkan tak segan melukai anak korban, KAA, yang baru berusia 4 tahun.
“Setelah dianiaya, kami sekeluarga dipaksa masuk ke dalam mobil. Kami dibawa kabur ke Bangkalan dan disekap di sebuah rumah dengan penjagaan ketat dari dua orang,” jelas Anjar.
Momen penyelamatan yang dramatis bermula saat dalam masa penyekapan di Bangkalan, pelaku sempat memberikan sebuah ponsel (HP) kepada korban dengan tujuan agar Anjar bisa menelepon kerabat untuk mencari pinjaman uang. Celah tersebut justru dimanfaatkan dengan cerdik oleh korban untuk diam-diam menghubungi Polres Jombang. Mendapat laporan darurat, Polres Jombang bergerak cepat berkoordinasi lintas wilayah dengan Polres Bangkalan.
“Syukurlah, kami akhirnya dijemput oleh pihak kepolisian di rumah penyekapan tersebut. Kami sempat diperiksa untuk dimintai keterangan sebelum akhirnya dijemput oleh pihak keluarga dari Jombang,” terang dia.
Saat ini, kasus dugaan penculikan dan penganiayaan berat tersebut tengah ditangani serius oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan. Korban sekeluarga kini telah dipulangkan ke kediamannya di Jombang dengan selamat, sementara komplotan pelaku masih dalam buruan dan penyelidikan intensif kepolisian. (MAHMUD/fine)











