PAMEKASAN – Badan Urusan Logistik (Bulog) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akhirnya mengganti jatah bantuan beras bagi masyarakat miskin (raskin) yang ditolak warga, karena tidak layak konsumsi, berbau apek dan berulat.
Menurut Kepala Gudang Bulog Pamekasan Abd Latief, penggantian bantuan raskin tidak layak konsumsi itu dilakukan, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat penerima bantuan. “Ada sekitar 30 sak beras bantuan yang tidak layak konsumsi itu,” kata Latief menjelaskan.
Bantuan raskin yang diketahui tidak layak konsumsi di Kabupaten Pamekasan itu di dua kecamatan, yakni di Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan dan Desa Kadur, Kecamatan Kadur.
Menurut Latif, beras yang didistribusikan oleh Bulog ke pihak penerima bantuan itu tidak layak konsumsi, karena sudah lama tersimpan di gudang Bulog.
Selain berbau apek dan berulat, beras yang diprotes warga karena tidak layak konsumsi itu, warnanya juga sudah kotor.
Kepala Desa Larangan Luar Ali Gufron sebelumnya menyatakan jatah bantuan raskin yang tidak layak konsumsi itu, baru kali ini. Sebelumnya, jatah beras bantuan bagus dan tidak pernah diprotes warga.
Ia mengatakan pihaknya tidak bisa menyalahkan aksi protes warga menolak bantuan raskin itu, karena kondisi beras memang sangat tidak layak.
“Masak rakyat saya disuruh makan beras yang berwarna seperti lumpur kayak gitu. Makanya suruh saya kembalikan saja,” terang Ali Gufron.
Jatah bantuan raskin yang diprotes warga karena tidak layak konsumsi itu merupakan jatah beras bantuan bulanan yang biasa didistribusikan Bulog.
“Kami berharap ke depan beras bantuan tidak seperti ini. Paling tidak dicek dulu kondisinya sebelum didistribusikan,” katanya menambahkan. (ant/rah)